INDOPOSCO.ID – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang disertai pelemahan pasar saham menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Kondisi tersebut dinilai perlu direspons dengan langkah-langkah strategis guna memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto mengatakan, dinamika ekonomi nasional saat ini perlu dipahami secara komprehensif.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait tekanan terhadap nilai tukar rupiah, tetapi juga penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan dampaknya terhadap ekonomi nasional.
“Tantangan yang sedang kita hadapi saat ini harus disikapi dengan optimisme dan semangat gotong royong untuk memperkuat ketahanan ekonomi bangsa,” ujar Mulyanto dalam keterangan, Rabu (10/6/2026).
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung berbagai langkah penguatan ekonomi yang dilakukan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Agar Indonesia mampu keluar dari tekanan ekonomi global, sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan nasional.
Mulyanto menilai Indonesia masih memiliki modal kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Modal tersebut antara lain sumber daya yang melimpah, besarnya pasar domestik, serta dukungan masyarakat terhadap agenda pembangunan nasional.
Karena itu, menurut dia, pengelolaan sumber daya fiskal yang prudent, efektif, dan efisien menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.
“Kita harus terus membangun optimisme bahwa penguatan demokrasi ekonomi melalui peran strategis negara yang good governance,” ujarnya.
“Dengan ini, kita harapkan akan mampu memperkuat fundamental ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global,” imbuhnya.(nas)










