• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Metode Backfill Tailing Dinilai Jadi Solusi Tambang Bawah Tanah yang Lebih Aman dan Ramah Lingkungan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 28 Juli 2026 - 19:48
in Ekonomi
e2s

Suasana diskusi bertajuk Perspektif Sains, Hukum, Teknolog dan Perlindungan Lingkungan yang digelar Energy and Mining Editor Society (E2S), di Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Dokumen E2S

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Metode backfill tailing makin dipandang sebagai salah satu solusi utama dalam mewujudkan praktik pertambangan bawah tanah yang modern, aman, dan berkelanjutan. Sistem ini tidak hanya meningkatkan keselamatan operasional tambang, tetapi juga mampu meminimalkan dampak lingkungan melalui pengelolaan sisa hasil pengolahan mineral (tailing) yang lebih bertanggung jawab.

PT Dairi Prima Mineral (DPM) memilih menerapkan metode cut and fill mining dengan sistem backfill tailing sebagai pendekatan utama dalam kegiatan penambangan bawah tanah. Berbeda dengan metode konvensional yang menempatkan tailing di area penampungan (tailing dump), DPM mengembalikan material tersebut ke ruang kosong (void) bekas penambangan untuk memperkuat struktur batuan sekaligus menjaga stabilitas bawah tanah.

BacaJuga:

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Melalui sistem tersebut, material backfill dimanfaatkan untuk mengurangi risiko runtuhan, meningkatkan keselamatan pekerja, serta membantu menjaga kualitas air tanah melalui pemantauan berkala, pengujian quality assurance/quality control (QA/QC), evaluasi lingkungan, dan pelaporan yang terdokumentasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh kegiatan pertambangan berjalan sesuai regulasi sekaligus mendukung keberlanjutan operasional.

Pakar LAPI Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Iskandar, mengatakan tambang bawah tanah modern memiliki keunggulan dibandingkan tambang terbuka karena membutuhkan ruang yang jauh lebih kecil di permukaan. Dengan demikian, gangguan terhadap kawasan hutan, lahan pertanian, maupun aktivitas masyarakat dapat ditekan secara signifikan.

“Yang positif dari tambang bawah tanah, footprint kerusakan atau gangguan di permukaan sangat kecil. Ruang di permukaan tetap dapat dimanfaatkan untuk permukiman, pertanian, maupun aktivitas lainnya. Ini merupakan langkah positif menuju tambang bawah tanah modern,” ujar Irwan dalam diskusi bertajuk Perspektif Sains, Hukum, Teknologi dan Perlindungan Lingkungan yang diselenggarakan Energy and Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, salah satu pembeda utama praktik pertambangan modern terletak pada pengelolaan tailing. Jika sebelumnya limbah hasil pengolahan mineral umumnya ditempatkan di tailing dump, kini teknologi backfill memungkinkan material tersebut dimanfaatkan kembali untuk mengisi ruang bekas tambang.

Irwan menilai pendekatan tersebut lebih aman dibandingkan sistem penyimpanan tailing konvensional yang berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang. Berbagai insiden kegagalan bendungan tailing di sejumlah negara, termasuk bencana di Brasil pada 2019, menjadi pelajaran penting bagi industri pertambangan global untuk mengadopsi teknologi yang lebih aman.

Dia menegaskan setiap aktivitas pertambangan pasti memiliki dampak terhadap lingkungan. Namun, menurutnya, tantangan utama bukan menghilangkan dampak tersebut, melainkan memastikan seluruh risiko dapat dikelola melalui teknologi, pengawasan, dan tata kelola yang baik.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama dalam tambang bawah tanah adalah pengelolaan air tanah. Dalam konteks DPM, perubahan sistem dari tailing dump menjadi backfill dinilai membawa manfaat signifikan karena mampu mengurangi potensi terbentuknya air asam tambang.

Selain itu, DPM juga berhasil memulihkan sekitar 32 persen kandungan sulfur dari material hasil pengolahan. Langkah tersebut dinilai penting karena sulfur merupakan salah satu penyebab utama terbentuknya air asam tambang apabila mengalami proses oksidasi.

Adapun sisa kandungan sulfur yang masih terdapat dalam material tailing kemudian dicampur dengan semen dan kapur (lime) sebelum dikembalikan ke dalam terowongan tambang. Proses tersebut bertujuan mencegah reaksi kimia yang dapat memicu pembentukan air asam tambang sekaligus meningkatkan stabilitas material pengisi.

Irwan menambahkan, tren industri pertambangan global saat ini mulai meninggalkan penggunaan tailing dump konvensional. Semakin banyak perusahaan tambang beralih ke teknologi dry stack tailing maupun backfill, meskipun membutuhkan investasi dan teknologi tambahan.

“Teknologi tersebut memang memerlukan biaya yang lebih besar, tetapi jejak lahannya jauh lebih kecil dan tingkat keamanannya lebih tinggi. Ini merupakan bagian dari transformasi menuju sistem pertambangan yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan,” paparnya.

DPM menegaskan penerapan sistem backfill tailing merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang mengedepankan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berharap dapat mendukung pengembangan industri pertambangan yang lebih bertanggung jawab sekaligus menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan. (rmn)

Tags: Diari Prima MineralDPMMetode Backfill TailingTambang Bawah Tanah

Berita Terkait.

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:47
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:42
Kian Meluas, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Papua Selatan
Ekonomi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:05
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Ekonomi

Pertamina Berdayakan Bank Sampah, Minyak Jelantah Warga Cilacap Dilirik Jadi Bahan Baku SAF

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:05
Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Ekonomi

Harga Patokan Ekspor Emas Turun 1,68 Persen pada Awal November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07
Citilink dan Krispy Kreme Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Penumpang Lewat Program Surprise In
Ekonomi

Mitsubishi Hadir di GIIAS Makassar 2026, Perkenalkan Ragam Pilihan Kendaraan untuk Kebutuhan Konsumen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:12

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5156 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.