INDOPOSCO.ID – Upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di Maluku Utara (Malut) makin diperkuat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara bersama Harita Nickel resmi menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan vokasi dan penempatan kerja yang lebih terarah sesuai kebutuhan industri.
Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, dan Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, dalam rangkaian Job Fair Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maluku Utara di Tobelo Tengah, Kabupaten Halmahera Utara.
Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda Maluku Utara agar mampu bersaing dan mengambil peran dalam pesatnya perkembangan industri di wilayah tersebut, khususnya sektor hilirisasi mineral yang terus berkembang.
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengapresiasi konsistensi Harita Nickel dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pelatihan kerja yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
“Terima kasih kepada Harita Nickel yang sudah konsisten dari tahun ke tahun dalam melakukan pelatihan kerja bagi masyarakat Maluku Utara,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja modern.
Dalam kegiatan job fair tersebut, Harita Nickel turut membuka 416 lowongan kerja untuk berbagai posisi, mulai dari driver, operator alat berat, mekanik, hingga sejumlah posisi operasional lainnya. Kehadiran perusahaan dalam bursa kerja ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap peluang karier di sektor industri.
Namun kontribusi Harita Nickel tidak berhenti pada penyediaan lapangan kerja. Perusahaan juga aktif menjalankan program peningkatan kompetensi melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate serta berbagai pelatihan berbasis kebutuhan industri.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA) yang telah berlangsung sejak 2023. Program ini memberikan pelatihan vokasi di bidang operator alat berat, operator overhead crane, hingga bahasa Mandarin yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Sejumlah peserta program bahkan telah berhasil terserap ke dunia kerja dan membangun karier profesional di sektor industri modern.
Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, mengatakan pengembangan kompetensi generasi muda merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Keberhasilan kami sebagai perusahaan juga sangat bergantung pada bagaimana kami bisa tumbuh bersama dengan komunitas di sekitar kami. Ketika anak-anak muda Maluku Utara berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik, itu juga menjadi kebanggaan bagi kami,” katanya, dikutip Kamis (11/6/2026).
Latif menegaskan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi daerah.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Maluku Utara, Marwan Polisiri, menilai kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan model kolaborasi yang perlu terus diperkuat.
Menurutnya, kemitraan tersebut akan memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi standar industri yang makin kompetitif.
“Kolaborasi seperti inilah yang memang sudah seharusnya dilakukan dan diperkuat antara pihak pemerintah dan sektor korporasi,” jelas Marwan.
Ia mengapresiasi konsistensi Harita Nickel dalam menyelenggarakan berbagai program pelatihan kerja serta menjalin sinergi dengan BPVP Ternate selama beberapa tahun terakhir.
Marwan berharap kerja sama yang baru ditandatangani ini dapat memperluas jangkauan program pelatihan sehingga makin banyak generasi muda Maluku Utara yang memperoleh keterampilan dan kesempatan kerja yang lebih baik.
“Harapan saya, kolaborasi ini dapat membantu pemerintah daerah dalam melatih lebih banyak lagi generasi muda di Maluku Utara, sehingga mereka bertransformasi menjadi tenaga kerja yang berdaya saing tinggi dan berkompetensi di bidangnya,” tuturnya.
Di tengah berkembangnya industri hilirisasi dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil, kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor industri seperti ini dinilai menjadi kunci dalam memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan ekonomi Maluku Utara di masa depan. (rmn)










