INDOPOSCO.ID – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan isi pembicaraan saat menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026), yakni mengenai hasil jajak pendapat tentang program makan bergizi gratis (MBG).
“Setelah kami dipanggil oleh Presiden, saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi mengenai pelaksanaan makan bergizi yang kita lakukan di 800 titik, jadi betul-betul dengan profesional,” kata Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Terkait hasil survei tersebut, Luhut memastikan pihaknya menjaga ketat kredibilitas data sebelum menyampaikannya kepada Presiden Prabowo secara rinci.
“Jadi kita harus, kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden detail,” ucap Luhut Binsar Pandjaitan.
Selain membahas jajak pendapat, Luhut juga melaporkan perkembangan integrasi government technology (GovTech). Ia mengungkapkan bahwa saat ini progresnya telah mencapai 80 persen, dengan delapan kementerian dan lembaga pertama di Indonesia yang berhasil menyatukan data mereka per 1 Juni lalu.
“Jadi sebenarnya tanggal 1 Juni kemarin itu ada peristiwa besar kalau menurut kami karena datanya menjadi satu berbasis AI,” jelas Luhut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa GovTech menjadi komponen prioritas dalam pemerintahan Prabowo. Menurutnya, integrasi data yang menyeluruh melalui sistem ini akan menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel sehingga menutup celah kecurangan.
“Jadi pemerintahan Presiden Prabowo ini nanti govtech ini akan menjadi satu bagian yang paling penting. Kenapa, karena semua data nanti akan terkumpul dengan baik dan kita tidak ada yang bisa lari dari situ,” imbuh Luhut. (dan)










