• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

6 Cara Mengembangkan Usaha dengan Pembiayaan yang Tepat

Nasuha Editor Nasuha
Selasa, 9 Juni 2026 - 05:34
in Ekonomi
Pelaku-Usaha
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Bisnis naik kelas, mampu menembus pasar baru yang lebih luas, serta melipatgandakan omzet termasuk tujuan setiap pelaku usaha.

Namun, banyak target ekspansi yang gagal di tengah jalan bukan karena kekurangan konsumen, melainkan akibat salah memilih skema permodalan.

BacaJuga:

Permintaan Hunian Premium di Cimanggis Menguat, Didukung Akses Infrastruktur

Libur Sekolah, Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Aktivitas Anak hingga Diskon Menginap 20 Persen

Farida Ajak DEKOPINWIL Jatim Jadi Mitra Strategis Kawal Kemajuan Kopdes Merah Putih

Memahami cara mengembangkan usaha dengan pembiayaan yang tepat menjadi fondasi penting agar bisnis tumbuh berkelanjutan tanpa bayang-bayang masalah di masa depan.

Lantas, bagaimana langkah konkret untuk memperbesar skala bisnis tanpa salah memilih mitra modal? Mari simak pembahasan lebih lanjut di artikel ini.

Cara Mengembangkan Usaha dengan Pembiayaan yang Tepat

Melakukan pengembangan usaha tanpa arah yang jelas justru berisiko merusak struktur keuangan internal. Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat diterapkan.

1. Sinkronisasi Struktur Tenor Finansial dengan Siklus Bisnis

Dalam hal ini, pastikan jenis pembiayaan yang diambil sejalan dengan karakteristik perputaran uang (cash conversion cycle) usaha.

Hindari utang jangka pendek untuk membiayai aset jangka panjang, seperti membeli tanah atau merenovasi tempat usaha agar arus kas tetap sehat.

Biasanya, lembaga keuangan resmi menyediakan dua skema utama bagi debitur sebagai opsi, yaitu:

  • Kredit Investasi (Jangka Panjang): Termasuk opsi rasional jika tujuan ekspansi adalah peningkatan sistem digital, modernisasi mesin, atau membuka cabang baru yang memerlukan waktu tahunan untuk balik modal (break-even point).
  • Kredit Modal Kerja (Jangka Pendek): Pilihan yang sesuai untuk menutup biaya produksi, mendanai piutang dagang yang macet, atau membeli dana bahan baku musiman.

2. Pemisahan Total Entitas Keuangan Pribadi dan Perusahaan

Setiap pelaku usaha harus paham bahwa mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar menuntut akuntabilitas mutlak.

Jadi, sebelum mengajukan pembiayaan resmi, sebaiknya pisahkan catatan pembukuan, rekening bank, hingga aset pribadi dan perusahaan secara hukum dan administratif.

Pemisahan ini bisa melindungi aset pribadi dari risiko penyitaan jika bisnis mengalami kegagalan di tengah jalan dan memudahkan pengukuran metrik pertumbuhan dari modal baru.

3. Akses Program Kemitraan dan Pembiayaan Bersubsi dari Pemerintah

Para pelaku usaha yang mematuhi hukum memiliki hak untuk mengakses berbagai program stimulus ekonomi dari pemerintah melalui lembaga keuangan resmi.

Mengingat mendapatkan subsidi langsung, program-program tersebut umumnya menawarkan suku bunga lebih terjangkau dari rata-rata pasar.

Ini bisa menjadi cara mengembangkan usaha paling efisien karena menekan biaya modal (cost of capital) seminimal mungkin.

4. Penyusunan Proyeksi Keuangan Berbasis Data Riil

Selanjutnya, yaitu susun rencana bisnis tertulis yang memuat laporan keuangan setidaknya 2 tahun terakhir dan proyeksi arus kas masa mendatang setelah memperoleh suntikan dana.

Sebab, lembaga keuangan yang kredibel dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak akan mencairkan dana hanya berdasarkan intuisi.

Melalui langkah ini, pihak kreditur dan debitur bisa melihat secara objektif apakah kapasitas produksi yang baru mampu menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membayar kewajiban bulanan tanpa mengganggu kestabilan operasional harian.

5. Membangun Jaring Pengaman Kas (Cash Buffer Management)

Memperoleh dana segar bukan berarti bisa dibelanjakan seluruhnya untuk ekspansi. Namun, alokasikan sebagian kecil (sekitar 10-15%) sebagai dana cadangan darurat operasional.

Ini penting untuk mengantisipasi jeda waktu antara proses eksekusi ekspansi dengan waktu terjadinya realisasi profit baru (time-to-market-gap) sehingga operasional inti tetap berjalan normal saat pasar sedang berfluktuasi.

6. Pemanfaatan Skema Agunan Berbasis Aset Produktif

Cara mengembangkan usaha lainnya, yakni mengoptimalkan aset yang telah dimiliki perusahaan atau pelaku usaha untuk mendapatkan leverage finansial lebih besar.

Biasanya, lembaga keuangan resmi mensyaratkan aset produktif sebagai agunan, seperti kendaraan operasional, gudang penyimpanan, mesin pabrik, dan lain sebagainya.

Alhasil, modal usaha terus berputar tanpa perlu mengorbankan likuiditas internal. Nah, salah satu pembiayaan yang cocok dijadikan pertimbangan adalah Gadai BPKB.

Pasalnya, layanan dari Pegadaian ini telah berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga tidak perlu diragukan lagi aspek legalitas dan kredibilitasnya.

Selain itu, Gadai BPKB menawarkan plafon besar dan sewa modal yang ringan dengan cukup menjaminkan BPKB kendaraan.

Nasabah bisa mengajukan transaksi ke kantor cabang Pegadaian terdekat atau melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Tunggu apa lagi? Yuk, akses solusi pembiayaan usaha yang tepat dengan proses mudah sekaligus transparan di Pegadaian sekarang!

Tags: OJKpegadaianpelaku usahapembiayaan

Berita Terkait.

emeralda
Ekonomi

Permintaan Hunian Premium di Cimanggis Menguat, Didukung Akses Infrastruktur

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:01
Ekonomi

Libur Sekolah, Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Aktivitas Anak hingga Diskon Menginap 20 Persen

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:49
wamenkop
Ekonomi

Farida Ajak DEKOPINWIL Jatim Jadi Mitra Strategis Kawal Kemajuan Kopdes Merah Putih

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:10
Wamendiktisaintek: AI Tak Bisa Gantikan Peran Manusia dalam Pengambilan Keputusan
Ekonomi

Modal UMKM Daerah Jadi Sorotan, DPD RI Evaluasi Skema Pembiayaan dan Pendampingan

Rabu, 10 Juni 2026 - 02:33
Tonggak Baru Ketahanan Energi, CISEM II Perkuat Konektivitas Gas Bumi Nasional
Ekonomi

Pembatalan Skema Bagi Hasil Minerba Dinilai Tepat, Pelaku Industri Soroti Pentingnya Kepastian Regulasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:37
Tonggak Baru Ketahanan Energi, CISEM II Perkuat Konektivitas Gas Bumi Nasional
Ekonomi

Tonggak Baru Ketahanan Energi, CISEM II Perkuat Konektivitas Gas Bumi Nasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 00:37

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2226 shares
    Share 890 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1129 shares
    Share 452 Tweet 282
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1419 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.