INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyusul serangan rudal Iran pada Minggu (7/6/2026) malam. Ia mendesak militer zionis Israel untuk tidak membalas serangan tersebut.
Langkah itu dilakukan Trump karena khawatir negosiasi damai dengan Iran akan gagal, mengingat proses diplomasi kedua negara masih sangat alot akibat benturan isu program nuklir dan sanksi ekonomi.
“Kami sudah sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang bagus. Saya tidak ingin kesepakatan ini hancur karena apa yang sedang terjadi sekarang,” kata Trump kepada Axios seperti dilansir dari Sky News, Senin (8/6/2026).
Ia menambahkan bahwa serangan Iran tersebut tidak menimbulkan korban, sehingga ia berharap Israel dapat menahan diri dan tidak melakukan serangan balasan.
Di samping itu, Trump sebelumnya telah memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyusul eskalasi serangan ke Lebanon belakangan ini. Militer Israel diketahui telah menduduki situs strategis Kastil Beaufort (Benteng Beaufort) di Lebanon Selatan pada akhir Mei 2026.
“Saya melakukan panggilan telepon yang sangat produktif dengan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel, dan tidak akan ada pasukan yang dikirim ke Beirut, serta pasukan yang sedang dalam perjalanan telah diputar balik,” ujar Trump melalui platform Truth Social pribadinya @realDonaldTrump seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa (2/6/2026).
Iran meluncurkan serangan puluhan rudal balistik ke wilayah Israel pada 7 Juni 2026, aksi tersebut merupakan pertama kali sejak dimulainya gencatan senjata yang sempat disepakati pada April 2026.
Pemerintah Iran menyatakan serangan rudal tersebut merupakan bentuk respons atas operasi udara militer Israel di wilayah Dahieh, Beirut selatan, Lebanon, yang menargetkan basis kelompok Hizbullah. Pihak Iran menuduh tindakan Israel telah melanggar “semua garis merah”. (dan)










