• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi Gandeng IPB University, Cetak Wirausahawan Digital untuk Perkuat Ekonomi Pesantren

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 8 Juni 2026 - 17:09
in Ekonomi
Pelatihan

Pondok Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi melalui kolaborasi strategis bersama tim ahli, dosen, dan mahasiswa pascasarjana IPB University, menyelenggarakan Program Pelatihan Kewirausahaan dan Pemasaran Digital yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola unit usaha pesantren agar mampu bersaing di era ekonomi digital pada Minggu (7/6/2026). Foto: Dok. Ponpes Darunnajah 14 Nurul Ilmi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren terus dilakukan oleh Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi. Melalui kolaborasi strategis bersama tim ahli, dosen, dan mahasiswa pascasarjana IPB University, pesantren ini menyelenggarakan Program Pelatihan Kewirausahaan dan Pemasaran Digital yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola unit usaha pesantren agar mampu bersaing di era ekonomi digital pada Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi pesantren melalui pengembangan sumber daya manusia, penguatan legalitas usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kemampuan manajerial dan pemasaran.

BacaJuga:

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Pimpinan kegiatan menyampaikan bahwa penguatan unit usaha pesantren tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional. Di tengah perubahan perilaku konsumen dan pesatnya perkembangan teknologi, pesantren dituntut untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang ekonomi digital secara optimal.

Pelatihan menghadirkan empat materi utama yang saling terintegrasi. Materi pertama membahas legalitas produk dan perizinan UMKM yang disampaikan oleh Dr. Rafnel Azhari, S.P., M.Si. dan Dr. Uci Sulandari, S.Si., M.Si. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, sertifikasi halal, serta berbagai aspek legal yang menjadi syarat utama untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.

Selanjutnya, Rizma Ilfi, M.I.Kom. membawakan materi Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Unggulan Berbasis Potensi Lokal. Peserta diperkenalkan pada berbagai konsep pemasaran modern seperti AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), STP (Segmentation, Targeting, Positioning), dan Marketing Mix 4P. Menariknya, pendekatan pemasaran yang diberikan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai pesantren seperti amanah, keikhlasan, dan kemandirian sebagai identitas utama produk.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun brand awareness secara berkelanjutan. Produk pesantren dinilai memiliki keunggulan tersendiri karena membawa nilai sosial dan pendidikan yang dapat menjadi daya tarik kuat di mata konsumen.

Materi ketiga mengenai Social Media Branding untuk Pemasaran Produk disampaikan oleh Rabiah Putri, S.Pd., CTT. Sesi ini menjadi salah satu yang paling diminati karena peserta mendapatkan praktik langsung membuat akun bisnis profesional, teknik fotografi produk menggunakan smartphone, penyusunan konten promosi yang menarik, hingga strategi memanfaatkan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia untuk meningkatkan penjualan.

Sementara itu, Abdullah Alhayad Arafah, S.T., pada sesi keempat membahas pengelolaan keuangan usaha yang meliputi perhitungan pajak, laporan laba-rugi, dan penyusunan neraca tahunan. Materi tersebut diperkuat dengan pemanfaatan bahasa pemrograman Python untuk membantu proses perhitungan dan penyusunan laporan keuangan secara lebih efektif, efisien, dan akurat.

Tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, seluruh materi pelatihan dirancang dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter utama pesantren. Produk yang dihasilkan diharapkan tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki nilai kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Konsumen tidak hanya membeli produk. Mereka membeli nilai dan cerita di balik produk itu,” demikian pesan yang disampaikan dalam sesi branding, merefleksikan filosofi bahwa kekuatan terbesar produk pesantren justru terletak pada identitas dan kepercayaan yang telah melekat selama bertahun-tahun.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para pengelola unit usaha, santri, dan pengurus pesantren aktif mengikuti sesi diskusi maupun praktik. Mereka juga dibekali rencana aksi selama 30 hari sebagai langkah awal implementasi hasil pelatihan, mulai dari pembentukan identitas merek, pembukaan toko digital, hingga evaluasi performa pemasaran secara berkala.

Kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi pesantren yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Melalui penguatan kapasitas kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital, pesantren diyakini mampu berkembang tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Pesantren Darunnajah 14 Nurul Ilmi menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan unit-unit usaha yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman, “Menuju Pesantren Mandiri, Berdaya Saing, dan Bermanfaat”.(srv)

Tags: darunnajahkewirausahaanPelatihanpemasaran digitalponpes

Berita Terkait.

Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46
APCI
Ekonomi

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26
PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23
Gempa M 4,3 Guncang NTB, Getaran Dirasakan Dompu, Bima dan Sumbawa
Ekonomi

Harga Telur dan Ayam Mulai Pulih, Pemerintah Pastikan Peternak Kembali “Bernapas”

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:01
Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C
Ekonomi

Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:11

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1079 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2805 shares
    Share 1122 Tweet 701
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.