• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Harga Telur dan Ayam Mulai Pulih, Pemerintah Pastikan Peternak Kembali “Bernapas”

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 23 Juli 2026 - 10:01
in Ekonomi
Ilustrasi - Harga telur ayam di tingkat peternak mulai menunjukkan tren pemulihan/istimewa

Ilustrasi - Harga telur ayam di tingkat peternak mulai menunjukkan tren pemulihan/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setelah sempat tertekan dalam beberapa bulan terakhir, harga telur ayam ras dan ayam hidup (broiler) di tingkat peternak mulai menunjukkan sinyal pemulihan. Pemerintah menilai perbaikan ini menjadi momentum penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mempertahankan kemandirian Indonesia sebagai negara produsen unggas.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan keseimbangan harga menjadi faktor utama agar para peternak tetap bergairah menjalankan usaha. Menurutnya, harga yang terlalu rendah berisiko membuat produksi menurun hingga membuka peluang ketergantungan terhadap impor.

BacaJuga:

Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

Gas Merah Putih Siap Gantikan Elpiji 3 Kg, DPR Minta Regulasi dan Keamanan Dimatangkan

OKX Satukan Pasar Saham Tokenisasi, Likuiditas Diklaim Lebih dalam dan Trading Nonstop

“Sekarang harga sudah mulai naik, ini memang harus pemerintah lakukan. Kenapa? kita kan negara produsen, tentu harganya harus wajar. Jangan sampai peternak kita, petani kita, harganya jatuh dalam sekali. Nanti mereka tidak mau berproduksi, masa kita harus impor,” ujar Ketut dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/7/2026).

Data Proyeksi Neraca Pangan Bapanas menunjukkan produksi unggas nasional masih berada pada jalur surplus. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, produksi telur ayam ras diperkirakan mencapai 4,17 juta ton, melampaui kebutuhan nasional yang berada di kisaran 3,8 juta ton.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam ras. Produksi selama tujuh bulan pertama tahun ini diproyeksikan mencapai 2,93 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional yang diperkirakan sebesar 2,34 juta ton.

Meski pasokan melimpah, tekanan harga sempat dirasakan peternak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga yang diterima peternak unggas terus melemah sejak Maret 2026. Dari posisi 138,19 pada Maret, indeks tersebut turun menjadi 127,23 pada Juni atau merosot hampir 11 poin. Angka tersebut menjadi yang terendah kedua sepanjang tahun ini.

Melihat kondisi itu, pemerintah mengaku terus berkoordinasi lintas kementerian untuk mengembalikan harga ke tingkat yang lebih sehat.

“Bapanas sekali lagi, sebagaimana arahan Bapak Kepala Bapanas beserta Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan Kementerian Perdagangan, semua bergerak, agar bagaimana mengupayakan harga telur kembali mulai baik. Untuk harga ayam pun sama,” jelas Ketut.

Ia menjelaskan, anjloknya harga beberapa waktu lalu dipengaruhi melemahnya permintaan pasar. Salah satunya karena bertepatan dengan bulan Suro dan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kebetulan pada saat kemarin, itu ada dua masalahnya. Pertama, bulan Suro. Kedua, libur MBG (Makan Bergizi Gratis). Tentu demand nya menurun. Harganya memang sangat turun. Nah sekarang sudah mulai berangsur-angsur naik. Ini permintaan akan lebih banyak, harga akan lebih bagus,” terangnya.

Berdasarkan pemantauan Bapanas hingga 21 Juli 2026, harga telur ayam ras di tingkat peternak telah naik menjadi rata-rata Rp23.676 per kg, meningkat 3,15 persen dibandingkan sepekan sebelumnya yang masih berada di Rp22.952 per kg.

Jawa Timur tercatat sebagai wilayah dengan harga telur peternak terendah, yakni Rp22.456 per kg. Sementara Sulawesi Utara menjadi daerah dengan harga tertinggi yang mencapai Rp28.240 per kg.

Adapun harga ayam broiler hidup di tingkat peternak secara nasional juga mengalami kenaikan menjadi rata-rata Rp22.477 per kg berat hidup atau naik 2,68 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar Rp21.891 per kg. Banten menjadi daerah dengan harga terendah sebesar Rp20.375 per kg berat hidup, sedangkan Sumatera Barat mencatat harga tertinggi mencapai Rp25.714 per kg.

Menurut Ketut, kenaikan harga yang mulai terjadi masih berada dalam batas yang aman sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan memicu lonjakan inflasi.

“Kenaikan harga tentu dapat memberikan andil terhadap inflasi, tetapi ini perlu dilihat secara utuh. Sebelumnya masyarakat juga menikmati harga yang relatif murah. Tugas pemerintah adalah menjaga keseimbangan agar harga tidak melonjak terlalu tinggi, namun juga tidak jatuh terlalu rendah sehingga tetap melindungi kepentingan konsumen sekaligus memberikan kepastian usaha bagi peternak. Nah, sekarang ini memang mulai mengalami kenaikan, tetapi selama masih berada dalam koridor HAP, kondisinya relatif masih baik,” tambahnya. (her)

Tags: ayam broilerBadan Pangan NasionalHarga Telur Ayam

Berita Terkait.

Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C
Ekonomi

Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:11
Gas Merah Putih Siap Gantikan Elpiji 3 Kg, DPR Minta Regulasi dan Keamanan Dimatangkan
Ekonomi

Gas Merah Putih Siap Gantikan Elpiji 3 Kg, DPR Minta Regulasi dan Keamanan Dimatangkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:01
OKX
Ekonomi

OKX Satukan Pasar Saham Tokenisasi, Likuiditas Diklaim Lebih dalam dan Trading Nonstop

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:06
Muhammad-Chozin
Ekonomi

AAKLESIA Temui Irjen Kemendag, Dorong Regulasi Logistik dan E-Commerce Lebih Adaptif

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:45
Mendag
Ekonomi

Mendag Dorong 4 Perjanjian Dagang Segera Berlaku, Ekspor RI Berpeluang Melonjak

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:44
Wilayah 3T Diprioritaskan, Mendikdasmen Percepat Revitalisasi Sekolah di NTT
Ekonomi

Pemerintah Genjot Kesejahteraan Petani dengan KUR Tanpa Agunan dan Penguatan Kelembagaan

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:03

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3188 shares
    Share 1275 Tweet 797
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2789 shares
    Share 1116 Tweet 697
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
  • Hasil Piala Dunia: Hat-trick Bukayo Saka Antar Inggris Raih Perunggu

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.