• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kasus Love Scam Rp41 Miliar Terungkap, Komisi III Minta IASC dan Instansi Terkait Perkuat Pencegahan

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:15
in Nasional
abdullah

Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. Foto: Dok DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Terungkapnya kasus penipuan daring (love scam) bermodus pig butchering dengan nilai kerugian mencapai Rp41 miliar mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. Meski mengapresiasi keberhasilan Polri membongkar jaringan kejahatan tersebut, Abdullah menegaskan bahwa upaya pemberantasan scam tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum.

Menurut legislator yang akrab disapa Abduh itu, langkah pencegahan melalui edukasi dan literasi digital harus diperkuat agar masyarakat mampu mengenali berbagai modus penipuan siber yang terus berkembang.

BacaJuga:

Jadi Kebutuhan dari Kesehatan Perempuan, DPR: Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pembalut

Mendagri Tito Sebut Daerah Terdampak Bencana Susulan Boleh Tetapkan Lagi Tanggap Darurat

Gaet Barantin, KP2MI Perluas Jangkauan Pelindungan PMI di Bandara dan Pelabuhan

“Kasus Sukoharjo menunjukkan bahwa penindakan saja tidak cukup. Edukasi dan literasi anti-scam harus ditingkatkan secara jauh lebih masif. Masyarakat perlu memahami sejak awal bagaimana pelaku membangun hubungan emosional, memanipulasi kepercayaan korban, lalu mengarahkan mereka pada investasi fiktif,” kata Abduh dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Abduh meminta Indonesia Anti Scam Centre (IASC) bersama Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, serta Badan Siber dan Sandi Negara meningkatkan kampanye literasi anti-scam secara lebih terstruktur dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kasus love scam yang dibongkar aparat di Sukoharjo, kata Abduh, menjadi pengingat bahwa ancaman kejahatan siber kini tidak hanya menyasar aspek finansial, tetapi juga memanfaatkan sisi emosional korban. Oleh karena itu, penguatan literasi anti-scam dinilai menjadi salah satu benteng utama perlindungan masyarakat di era digital.

Menurutnya, edukasi tidak boleh hanya menyasar masyarakat perkotaan, tetapi juga daerah-daerah dengan tingkat literasi digital yang masih beragam. Sosialisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui media sosial, aplikasi perbankan, pesan peringatan transaksi, sekolah, kampus, kantor pemerintahan hingga komunitas masyarakat.

Abduh menilai kejahatan scam modern semakin berbahaya karena tidak selalu menggunakan ancaman atau intimidasi. Sebaliknya, pelaku membangun hubungan emosional yang membuat korban merasa sedang menjalin kedekatan yang tulus sebelum akhirnya diarahkan untuk menanamkan dana pada investasi palsu.

“Scam modern tidak selalu datang dengan ancaman atau kekerasan. Banyak korban justru merasa sedang menjalin hubungan yang tulus. Karena itu, literasi psikologis dan literasi digital sama pentingnya dengan penegakan hukum,” ujarnya.

Politisi Fraksi PKB itu juga menyoroti lambatnya kesadaran korban dalam banyak kasus penipuan digital. Ketika laporan diterima aparat, dana hasil kejahatan sering kali telah berpindah melalui berbagai rekening maupun dompet digital sehingga sulit dilacak.

Karena itu, ia menegaskan bahwa kemampuan masyarakat mengenali tanda-tanda awal penipuan menjadi kunci utama dalam mencegah kerugian yang lebih besar.

Abduh mencontohkan sejumlah negara seperti Singapura, Finlandia, dan Norwegia yang telah membangun sistem pencegahan scam secara terintegrasi melalui kolaborasi antara aparat penegak hukum, regulator, sektor keuangan, dan platform digital, disertai kampanye edukasi yang konsisten.

“Negara jangan hanya menindak scam di ujung pintu keluar, tetapi harus menutup rapat-rapat pintu masuknya. Semakin dini masyarakat memahami modus penipuan, semakin kecil peluang mereka menjadi korban,” pungkasnya. (dil)

Tags: BIDPR RIIASCKasus Love ScamkomdigiKomisi IIIOJK

Berita Terkait.

soptek
Nasional

Jadi Kebutuhan dari Kesehatan Perempuan, DPR: Pemerintah Kaji Pembebasan PPN Pembalut

Selasa, 3 November 2026 - 21:11
tito
Nasional

Mendagri Tito Sebut Daerah Terdampak Bencana Susulan Boleh Tetapkan Lagi Tanggap Darurat

Selasa, 3 November 2026 - 20:13
udin
Nasional

Gaet Barantin, KP2MI Perluas Jangkauan Pelindungan PMI di Bandara dan Pelabuhan

Selasa, 3 November 2026 - 18:18
bnpb
Nasional

Agrinas Palma dan BNPB Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah Karhutla

Selasa, 3 November 2026 - 17:37
dikti
Nasional

Penguatan Riset hingga Integritas Jurnal Ilmiah, Kemendiktisaintek Bakal Gelar Tiga Forum Nasional

Selasa, 3 November 2026 - 17:17
Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Inovasi Jadi Budaya Kerja Pemda
Nasional

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Inovasi Jadi Budaya Kerja Pemda

Selasa, 3 November 2026 - 13:43

OLAHRAGA

noc
Olahraga

2 Atlet Muda Wafat di Porprov Jateng, NOC Indonesia: Tak Ada Medali Seharga Nyawa

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 3 November 2026 - 21:21

INDOPOSCO.ID - Kepergian dua atlet muda Indonesia dalam rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 menjadi duka mendalam...

SelengkapnyaDetails
sty

Tanpa Shin Tae-yong di Awal League Cup, Persija Tetap Optimistis Hadapi PSMS

Selasa, 3 November 2026 - 16:26
Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Senin, 2 November 2026 - 21:22
bca

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Senin, 2 November 2026 - 04:14
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    2377 shares
    Share 951 Tweet 594
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1867 shares
    Share 747 Tweet 467
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    1837 shares
    Share 735 Tweet 459
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.