INDOPOSCO.ID – Suasana di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (3/6/2026) malam mendadak menjadi sorotan. Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim terlihat tiba di markas lembaga antirasuah itu sekitar pukul 22.32 WIB, di tengah penyelidikan intensif terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Dengan pengawalan sejumlah petugas keamanan, Silmy berjalan cepat menuju ruang pemeriksaan di lantai 2 Gedung KPK tanpa memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggu sejak sore hari.
Kedatangan Wamen Imipas Silmy Karim ke KPK menambah panas kasus yang diduga menyeret sejumlah pihak dalam dugaan praktik pengurusan dokumen keimigrasian bagi warga negara asing (WNA).
KPK menggelar operasi senyap di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Dari operasi tersebut, belasan orang diamankan dan sebagian telah dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tak hanya menangkap sejumlah pihak, penyidik juga mengamankan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan perkara. Sedikitnya empat unit mobil, sembilan sepeda motor, dan tujuh sepeda dibawa ke Gedung Merah Putih KPK menggunakan jasa towing. Seluruh kendaraan itu kini berada di area kantor KPK sebagai bagian dari barang bukti yang tengah didalami penyidik.
Selain kendaraan, KPK juga menyita sejumlah aset lain berupa mata uang asing, termasuk dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat, serta logam mulia emas yang ditemukan dalam rangkaian operasi tersebut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa kasus yang sedang ditangani berkaitan dengan proses pengurusan izin tinggal bagi WNA di Indonesia.
“Untuk detailnya nanti, ya, karena dalam proses pengurusan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) ataupun KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap), WNA ini juga bisa menggunakan perantara untuk prosesnya,” jelas Budi Prasetyo kepada awak media.
“Nah, ini nanti kita akan jelaskan konstruksinya dalam konferensi pers,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya WNA maupun pengacara yang ikut terjaring dalam operasi tersebut, KPK belum memberikan penjelasan lebih rinci dan meminta publik menunggu penyampaian resmi dari penyidik.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah KPK melakukan OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat pada Rabu (3/6/2026) siang. Operasi tersebut diduga berkaitan dengan praktik pengurusan izin maupun dokumen keimigrasian untuk warga negara asing.
Meski konstruksi perkara belum diumumkan secara lengkap, KPK memastikan penyelidikan terus berjalan dan sejumlah pihak tengah didalami perannya.
“Benar, diduga terkait pengurusan izin WNA,” kata Budi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Hingga Rabu (3/6/2026) malam, proses pemeriksaan masih berlangsung. KPK dijadwalkan akan menyampaikan perkembangan terbaru beserta konstruksi perkara dalam konferensi pers setelah rangkaian pemeriksaan awal selesai dilakukan. (her)












