• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Daya Tahan Ekonomi Indonesia Teruji, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Tetap Terjaga

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 3 Juni 2026 - 11:22
in Headline
Pelabuhan

Ilustrasi - Aktivitas logistik di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kinerja ekspor Indonesia yang tetap kuat serta berlanjutnya surplus neraca perdagangan menjadi salah satu penopang ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Foto: Dok. IPC TPK

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia dan fluktuasi harga komoditas global, perekonomian Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat sepanjang Mei 2026. Berbagai indikator utama mengirimkan sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada di jalur yang sehat dan mampu bertahan menghadapi berbagai tekanan eksternal.

Salah satu kabar menggembirakan datang dari sektor manufaktur. Setelah sempat berada di zona kontraksi, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia kembali masuk ke zona ekspansi dengan mencapai level 50,0 pada Mei 2026, naik dari 49,1 pada bulan sebelumnya.

BacaJuga:

Kasus Eks Jampidsus, Jaksa Agung: Ini Momentum Kami Berbenah

Febrie ke Presiden: Saya Mohon Maaf, Siap Mempertanggungjawabkan Diri

Ikut Monitor Penyelidikan, KPK Klaim Proses Hukum Febrie Adriansyah Sudah Transparan

Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan menilai peningkatan tersebut didorong oleh menguatnya permintaan domestik yang berdampak pada bertambahnya pesanan baru dan meningkatnya aktivitas produksi.

“Naiknya PMI menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur nasional kembali bergerak ke arah yang lebih positif. Permintaan dalam negeri menjadi faktor utama yang mendorong pemulihan sektor ini,” demikian tulis DJSEF dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Prospek ekspor Indonesia juga mendapat dukungan dari kondisi manufaktur negara-negara mitra dagang utama yang relatif tetap kuat. Di kawasan ASEAN, PMI manufaktur tercatat pada level 51,5. Sementara India berada di level 55,0, Taiwan 56,1, Amerika Serikat 55,1, Jepang 54,5, dan Korea Selatan 54,8. Meski demikian, beberapa negara masih mengalami kontraksi, seperti Malaysia, Myanmar, dan Prancis.

Dari sektor perdagangan internasional, Indonesia kembali mencatat surplus neraca perdagangan pada April 2026 sebesar USD0,09 miliar. Surplus tersebut ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang menghasilkan surplus USD3,53 miliar dan mampu menutup defisit migas sebesar USD3,44 miliar.

Secara kumulatif, surplus perdagangan Indonesia selama Januari hingga April 2026 telah mencapai USD5,64 miliar.

Kinerja ekspor juga menunjukkan tren yang menjanjikan. Nilai ekspor April 2026 mencapai USD25,30 miliar dengan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 23,36 persen secara tahunan. Produk industri pengolahan masih menjadi motor utama ekspor nasional, terutama komoditas lemak dan minyak hewani maupun nabati, produk nikel, kendaraan bermotor beserta komponennya, serta berbagai produk kimia.

“Peningkatan ekspor menunjukkan pentingnya strategi hilirisasi dan penciptaan nilai tambah dalam menjaga daya saing produk Indonesia di pasar global,” jelas DJSEF.

Di sisi lain, impor tumbuh 22,49 persen secara tahunan, terutama berasal dari kelompok bahan baku dan barang modal. Kondisi ini mencerminkan aktivitas produksi dalam negeri yang masih berlangsung kuat dan kebutuhan industri yang terus meningkat.

Sementara itu, inflasi nasional pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan, sedikit lebih tinggi dibandingkan April yang berada di level 2,42 persen. Kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok pangan bergejolak atau volatile food yang mencapai 6,24 persen.

Harga cabai merah dan bawang merah menjadi penyumbang utama inflasi akibat penurunan produksi yang dipengaruhi cuaca ekstrem. Meski demikian, sejumlah komoditas lain seperti daging ayam, telur ayam, dan bawang putih justru mengalami penurunan harga karena pasokan yang melimpah.

Tekanan inflasi juga datang dari kelompok administered prices yang naik menjadi 2,07 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi penyesuaian tarif angkutan udara akibat meningkatnya harga avtur serta naiknya harga BBM nonsubsidi di tengah tingginya harga minyak dunia.

Untuk inflasi inti, angka tercatat sebesar 2,59 persen secara tahunan. Peningkatan ini dipengaruhi oleh naiknya harga beberapa produk elektronik yang terdampak tekanan harga komoditas global. Namun, penurunan harga emas perhiasan turut membantu menahan laju inflasi pada bulan berjalan.

Optimisme terhadap kondisi ekonomi juga tercermin dari tingkat kepercayaan konsumen. Indeks Keyakinan Konsumen pada April 2026 meningkat menjadi 123,0 dibandingkan 122,9 pada bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didukung membaiknya persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ekonomi ke depan.

Aktivitas ekonomi domestik pun menunjukkan pemulihan yang semakin kuat pasca-Lebaran. Penjualan mobil melonjak 55,0 persen secara tahunan, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 28,1 persen. Konsumsi semen domestik meningkat 35,6 persen dan penjualan listrik naik 19,0 persen.

Konsumsi listrik sektor bisnis tumbuh 11,9 persen, sedangkan sektor industri meningkat 17,1 persen. Angka-angka tersebut menjadi indikasi bahwa konsumsi masyarakat dan aktivitas produksi nasional masih bergerak positif.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Berbagai langkah pengendalian inflasi akan terus dilakukan melalui operasi pasar, intervensi harga, serta pengawasan distribusi bahan pangan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi guna menjaga momentum pertumbuhan, terutama menjelang periode libur sekolah. Stimulus tersebut mencakup berbagai diskon transportasi, termasuk tiket pesawat, serta upaya menjaga harga BBM subsidi tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Selain itu, untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam mengoptimalkan momentum liburan sekolah, Pemerintah juga menyiapkan berbagai program stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, termasuk diskon tiket pesawat pada masa libur sekolah, di samping terus memastikan harga BBM subsidi tetap terjangkau,” tambah keterangan tersebut.(her)

Tags: DJSEFEkonomi IndonesiaeksporgeopolitikImporinflasi nasionalpangan

Berita Terkait.

Kasus Eks Jampidsus, Jaksa Agung: Ini Momentum Kami Berbenah
Headline

Kasus Eks Jampidsus, Jaksa Agung: Ini Momentum Kami Berbenah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:15
Febrie ke Presiden: Saya Mohon Maaf, Siap Mempertanggungjawabkan Diri
Headline

Febrie ke Presiden: Saya Mohon Maaf, Siap Mempertanggungjawabkan Diri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00
Ikut Monitor Penyelidikan, KPK Klaim Proses Hukum Febrie Adriansyah Sudah Transparan
Headline

Ikut Monitor Penyelidikan, KPK Klaim Proses Hukum Febrie Adriansyah Sudah Transparan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:34
Prabowo
Headline

Ramai-ramai Organisasi Pers Tuntut Prabowo Minta Maaf Soal ‘Londo Ireng’

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:45
pRABOWO
Headline

Sejumlah Organisasi Jurnalis Kecam Pernyataan Prabowo Soal ‘Londro Ireng’

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:04
Febrie
Headline

KPK Pastikan Febrie Adriansyah Tak Dapat Sel Khusus di Rutan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:32

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3197 shares
    Share 1279 Tweet 799
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1420 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    997 shares
    Share 399 Tweet 249
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2885 shares
    Share 1154 Tweet 721
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.