• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Penelitian Berbasis AI Mencuat di Forum internasional, BRIN Perketat Pengawasan Riset

Nasuha Editor Nasuha
Minggu, 31 Mei 2026 - 01:29
in Nasional
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria. Foto: Dokumen BRIN

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria. Foto: Dokumen BRIN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil langkah tegas menyikapi maraknya skandal pemalsuan data, analisis, dan interpretasi hasil penelitian berbasis kecerdasan buatan (AI) yang belakangan mencuat di berbagai forum internasional.

BRIN menegaskan bahwa standar pengawasan dan penjaminan mutu riset akan diperketat serta berlaku untuk seluruh penelitian tanpa pengecualian, termasuk riset lokal di dalam negeri. Kepala BRIN Arif Satria, mengatakan perkembangan teknologi AI menghadirkan tantangan baru bagi integritas sains yang harus direspons melalui regulasi dan pengawasan yang lebih adaptif.

BacaJuga:

BNPB Geser Armada Udara dari Kalimantan ke Jatim, Ini Alasannya

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Asa Baru Penggerak Ekonomi Desa di Banyuwangi

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Menurutnya, kemudahan yang ditawarkan teknologi tidak boleh menggeser prinsip kejujuran akademik dalam proses penelitian. “Teknologi AI seharusnya menjadi akselerator inovasi, bukan alat untuk memalsukan data dan eksperimen generatif demi mengejar metrik publikasi secara instan,” ujar Arif dalam keterangan, Sabtu (30/5/2026).

“Skandal global yang tengah ramai dipersoalkan belakangan ini menjadi momentum krusial bagi kita semua untuk menegaskan pentingnya regulasi yang jelas dan komprehensif. Yakni terkait batasan serta etika penggunaan AI dalam aktivitas riset,” sambungnya.

Arif menegaskan, bahwa instrumen pengawasan yang diterapkan BRIN tidak mengenal pengecualian. Standard Operating Procedure (SOP) yang dirancang untuk menjamin kualitas penelitian diterapkan secara menyeluruh, baik pada kolaborasi riset internasional maupun seluruh aktivitas penelitian domestik hingga tingkat daerah.

Diketahui, sebagai bagian dari penguatan tata kelola riset, BRIN menerapkan sistem pengawasan berlapis yang mencakup pemenuhan Ethical Clearance atau klirens etik, audit rekam jejak independen oleh Komite Etik Riset serta kewajiban keterbukaan data mentah (raw data). Seluruh mekanisme tersebut diberlakukan secara universal untuk menjaga validitas dan kredibilitas hasil penelitian.

Melalui langkah tersebut, BRIN juga mendorong penguatan ekosistem penelitian nasional yang mengedepankan prinsip Open Science atau sains terbuka secara bertanggung jawab. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap hasil-hasil riset yang dihasilkan para peneliti Indonesia.

Arif menegaskan, bahwa pelanggaran etika penelitian akan dikenai sanksi tegas. Hukuman yang dapat dijatuhkan meliputi penghentian pendanaan hibah riset, pencabutan status kepakaran, pencantuman dalam daftar hitam ekosistem riset nasional. Hingga konsekuensi hukum apabila terbukti menimbulkan kerugian keuangan negara.

Menurut Arif, reputasi seorang ilmuwan tidak ditentukan oleh banyaknya publikasi yang dihasilkan, melainkan oleh integritas proses penelitian dan manfaat nyata yang diberikan kepada masyarakat. “Kehormatan tertinggi seorang ilmuwan sejati tetap bertumpu pada kejujuran proses dan dampak nyata bagi peradaban, bukan pada kuantitas publikasi semu hasil rekayasa mesin,” tegasnya. (nas)

Tags: AIBRINpenelitianriset

Berita Terkait.

BNPB Geser Armada Udara dari Kalimantan ke Jatim, Ini Alasannya
Nasional

BNPB Geser Armada Udara dari Kalimantan ke Jatim, Ini Alasannya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:00
BMKG: Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini
Nasional

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Asa Baru Penggerak Ekonomi Desa di Banyuwangi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:08
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:20
Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon
Nasional

Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:57
Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan
Nasional

Cegah Penyalahgunaan, Menkum Dorong Percepatan E-Notary dan Perkuat Integritas Notaris

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:23
Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta
Nasional

Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:04

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Pernyataan Menkes Soal ‘Adaptasi’ Karhutla Tuai Polemik, Kemenkes Klaim Tak Pasrah

    760 shares
    Share 304 Tweet 190
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.