INDOPOSCO.ID – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal meminta Presiden Prabowo Subianto mengurangi frekuensi kunjungan kerja ke luar negeri dan lebih mendengarkan keluhan masyarakat terkait hal tersebut.
“Saya mewakili komunitas Hubungan Internasional dan banyak rakyat Indonesia menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” kata Dino melalui akun X pribadinya @dinopattidjalal dilihat di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Dalam perhitungannya, dari seluruh pemimpin dunia, Prabowo tercatat telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri.
“Semenjak menjabat menjadi presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri,” ucap Dino.
Oleh karena itu, publik menganggap rangkaian kunjungan luar negeri Prabowo tersebut terasa janggal.
“Dan tidak heran kalau ada yang beranggapan, bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran,” nilai eks Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu.
Menurutnya, kemungkinan dalam 18 bulan ke depan Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya, padahal hal tersebut memakan biaya sangat besar.
“Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik,” beber Dino.
Selain itu, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping, dan berbagai biaya lainnya.
“Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar,” ujar Dino.
Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Prancis dan telah kembali mendarat di Tanah Air pada 30 Mei 2026. Lawatan ke Eropa tersebut merupakan kunjungan balasan untuk memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sebelum rangkaian agenda di Prancis, Prabowo sempat menjalani kunjungan kerja ke Rusia pada pertengahan April 2026. Di Kremlin, Moskow, Prabowo bertemu empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mempererat hubungan bilateral, dengan fokus utama pada ketahanan energi (termasuk energi nuklir), pangan, pendidikan, dan pertahanan. (dan)











