• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

3 Langkah Fiskal Pemerintah Ini Diklaim Berhasil Menjaga Stabilitas Ekonomi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:49
in Ekonomi
Mata-Uang

Ilustrasi petugas di salah satu bank sedang menghitung uang. Pemerintah terus menjaga daya beli melalui kebijakan subsidi, pengendalian inflasi, dan penguatan belanja produktif untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketika banyak negara menghadapi tekanan akibat perang tarif, ketegangan geopolitik, hingga fluktuasi harga energi dunia, Indonesia dinilai masih mampu menjaga stabilitas ekonominya. Pemerintah menyebut kombinasi ketahanan sektor energi dan strategi fiskal yang terukur menjadi faktor utama yang menjaga perekonomian nasional tetap berada di jalur positif.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan struktur bauran energi Indonesia memberikan ruang yang lebih besar untuk meredam dampak gejolak global, terutama ketika harga minyak dunia mengalami lonjakan.

BacaJuga:

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

“Kita menghasilkan minyak, gas, biodiesel, bioenergi, batubara. Jadi energi mix kita lebih baik sehingga kita masih mempunyai daya tahan yang baik terhadap harga minyak yang meroket di global,” ujar Juda dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Juda, selain ditopang sektor energi, pemerintah secara konsisten menjalankan tiga strategi fiskal utama guna menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan stabilitas makro tetap terjaga.

Langkah pertama dilakukan melalui pengelolaan belanja negara yang lebih selektif. Pemerintah tetap mempertahankan berbagai program yang menopang daya beli masyarakat, termasuk menjaga harga bahan bakar bersubsidi melalui dukungan anggaran subsidi yang memadai.

Di sisi lain, sejumlah program dilakukan dengan pendekatan efisiensi, termasuk penyesuaian pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Belanja negara juga diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan produksi dan penciptaan lapangan kerja.

“Itu dari sisi pengeluaran yang kita bisa melakukan pengendalian. Istilahnya refocusing. Kita akan fokus pada pengeluaran yang mendorong demand, yang mendorong supply, mendorong produksi, dan juga mendorong menciptakan kata pekerjaan,” jelas Juda.

Strategi kedua ditempuh melalui penguatan penerimaan negara. Pemerintah memanfaatkan momentum harga komoditas yang masih menguntungkan sekaligus memperkuat basis penerimaan perpajakan melalui implementasi sistem Coretax yang diharapkan meningkatkan efektivitas administrasi dan kepatuhan pajak.

Sementara itu, strategi ketiga menyasar sisi pembiayaan negara. Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dengan memperluas sumber pembiayaan melalui instrumen utang dalam berbagai mata uang alternatif.

“Sementara itu, strategi fiskal yang ketiga dari sisi pembiayaan. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, strategi pembiayaan diarahkan pada penerbitan surat utang dengan mata uang non-USD dan tingkat bunga kompetitif seperti Samurai bonds berdenominasi mata uang Yen (JPY), Dim Sum bonds dengan mata uang Renminbi, dan Kangoroo bonds dengan mata uang Dolar Australia,” terangnya.

Juda menilai rangkaian kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil yang nyata. Pada kuartal pertama 2026, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,61 persen. Capaian tersebut dibarengi dengan inflasi yang tetap terkendali di level 2,42 persen, defisit fiskal sebesar 0,64 persen hingga April 2026, serta kondisi pasar surat utang negara yang masih stabil.

Bagi pemerintah, indikator-indikator tersebut menjadi bukti bahwa arah kebijakan fiskal yang diterapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan negara di tengah situasi global yang penuh tantangan.

“Jadi tiga (strategi) itu sebenarnya indikator pertumbuhan, inflasi, fiskal defisit, dan juga yield SBN ini, menentukan bagaimana fiskal kita masih kuat. Strategi kita yang kita ambil tadi, it works. Dia bekerja dengan baik,” tambahnya.(her)

Tags: energigeopolitikPerang TarifStabilitas Ekonomi

Berita Terkait.

mendag
Ekonomi

Mendag: Kolaborasi Jadi Kunci Masa Depan Industri Kakao Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:23
didi
Ekonomi

Bukan Offshore atau Onshore, Keekonomian Jadi Penentu Daya Tarik Investasi Migas

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:58
Mobil
Ekonomi

Hilirisasi Sawit Dinilai Kunci Tingkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:28
Razali-Bin-Jaafar
Ekonomi

Proteksi Kebakaran Tak Cukup APAR, Saffire Hadirkan Ekosistem Digital Keselamatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46
APCI
Ekonomi

Lintas Asosiasi Desak Presiden Kaji Ulang Regulasi Turunan PP Kesehatan Demi Selamatkan Industri Tembakau

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:26
PYC
Ekonomi

PYC Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan untuk Perkuat Industri Baterai Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:23

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3193 shares
    Share 1277 Tweet 798
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1186 shares
    Share 474 Tweet 297
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2819 shares
    Share 1128 Tweet 705
  • Jelang Final Piala Dunia 2026, Scaloni Keluhkan Singkatnya Waktu Pemulihan Argentina

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.