• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Jadi Penghantar Material Aktif ke Reseptor, Unesa Kembangkan Obat Batuk Berbasis Nanogold

Nasuha Editor Nasuha
Jumat, 29 Mei 2026 - 21:03
in Nusantara
Guru Besar Program Studi (Prodi) Kimia FMIPA UNESA, Prof. Dr. Titik Taufikurohmah saat ditemui indoposco.id di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Parung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Guru Besar Program Studi (Prodi) Kimia FMIPA UNESA, Prof. Dr. Titik Taufikurohmah saat ditemui indoposco.id di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Parung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tim peneliti dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengembangkan inovasi obat batuk berbasis nanogold yang diklaim mampu meningkatkan efektivitas penghantaran zat aktif obat ke dalam tubuh.

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan “Presentasi dan Uji Klinik Obat Batuk Berbasis Nanogold Untuk Kebutuhan Riil Masyarakat Terkini Pascapandemi” di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Parung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026).

BacaJuga:

Ledakan Bom Pelajar MAN 3 Padang Dipastikan Bukan Terorisme

Sinergi Aparat Penegak Hukum Musnahkan Barang Bukti di Maros, Perkuat Perlindungan Masyarakat dari Barang Ilegal

Bea Cukai Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa melalui Kunjungan Edukatif di Kantor Tanjung Perak dan Juanda

Pengembangan obat batuk berbasis nanogold tersebut dilakukan sebagai respons atas meningkatnya keluhan batuk, flu, pilek, hingga gangguan pernapasan berkepanjangan yang dirasakan masyarakat setelah pandemi Covid-19. Perubahan cuaca ekstrem dan dampak long Covid disebut membuat serangan penyakit pernapasan terasa lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Ketua peneliti sekaligus Guru Besar Program Studi (Prodi) Kimia FMIPA UNESA, Prof. Dr. Titik Taufikurohmah mengatakan, penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat yang kini lebih sering mengalami batuk dan sakit tenggorokan dalam waktu lama.

“Keluhan tersebut tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga berdampak pada produktivitas kerja, aktivitas belajar, dan kegiatan harian masyarakat,” kata Titik ditemui Indoposco.id, Jumat (29/5/2026).

Dalam riset tersebut, nanogold dimanfaatkan sebagai drug delivery atau penghantar material aktif obat menuju reseptor di dalam tubuh. Menurutnya, sistem penghantaran obat menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas formula obat.

“Intinya memanfaatkan salah satu aktivitas nanogold sebagai drug delivery, yaitu penyampai material aktif obat pada reseptor obat dalam tubuh pengguna,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses penyembuhan dimulai ketika material aktif obat bertemu dengan reseptor di dalam tubuh pasien. Semakin banyak zat aktif yang berhasil mencapai reseptor, maka proses pemulihan dinilai berpotensi berlangsung lebih cepat.

Ia menuturkan, tidak semua senyawa aktif obat dapat dengan mudah mencapai reseptor karena adanya berbagai hambatan, mulai dari ukuran molekul obat, kepolaran, sifat fisikokimia, hingga bentuk molekul. “Nanogold mengurangi bahkan meniadakan halangan tersebut,” jelasnya.

Melalui teknologi tersebut, efektivitas obat batuk diharapkan meningkat tanpa harus menaikkan dosis bahan aktif secara berlebihan. Menurutnya, peningkatan dosis obat kimia tanpa kajian ilmiah yang tepat justru berpotensi meningkatkan efek samping.

“Dengan konsentrasi obat yang sama, khasiat bisa menjadi berlipat. Ini juga bisa untuk menurunkan dosis obat, tetapi khasiat tidak turun bahkan naik,” katanya.

Penelitian obat batuk berbasis nanogold ini dilakukan dalam dua tahap besar, yakni sintesis dan formulasi, serta uji klinik formula obat. Data hasil uji klinik nantinya akan digunakan sebagai bagian dari persyaratan pendaftaran izin edar ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pada tahun pertama, tim peneliti menargetkan luaran berupa paten dan purwarupa produk obat batuk berbasis nanogold yang siap menjalani uji klinik. Sementara pada tahun kedua, penelitian diarahkan menghasilkan model teknologi, strategi bisnis bersama mitra, serta prototipe obat batuk yang siap dipasarkan.

Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) penelitian ini ditargetkan mencapai level 7 hingga 9 dalam dua tahun. Pada tahap akhir, produk diharapkan telah memiliki kelengkapan izin edar sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

“Pengembangan inovasi tersebut juga melibatkan kemitraan dengan CV Tristars Chemicals yang sebelumnya telah mendukung pengadaan bahan baku produksi kapsul kelor nanogold,” katanya.

Selain obat batuk, ia menambahkan, tim peneliti juga tengah mengeksplorasi potensi nanogold sebagai antioksidan dan antiinflamasi untuk mendukung pengembangan produk kesehatan lainnya.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh tahapan penelitian tetap harus melalui proses ilmiah yang ketat, terutama uji klinik untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk sebelum dipasarkan. “Setelah semua tahapan sudah dipenuhi, produk siap dipatenkan dan diproduksi massal,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School, Parung, Bogor, Umi Waheeda mengapresiasi hasil riset tim peneliti dari Unesa. Ia berharap, kerja sama dengan Unesa bisa berlanjut.

“Kami berterima kasih atas kerja sama selama ini. Semoga temuan riset bisa bermanfaat bagi santri dan masyarakat luas,” katanya. (nas)

Tags: batukcovidNanogoldobatPascapandemiUnesa

Berita Terkait.

padang
Nusantara

Ledakan Bom Pelajar MAN 3 Padang Dipastikan Bukan Terorisme

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:58
bc4
Nusantara

Sinergi Aparat Penegak Hukum Musnahkan Barang Bukti di Maros, Perkuat Perlindungan Masyarakat dari Barang Ilegal

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:48
bcc
Nusantara

Bea Cukai Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa melalui Kunjungan Edukatif di Kantor Tanjung Perak dan Juanda

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:38
tmmd
Nusantara

Satgas TMMD Reguler Ke-129, Tancap Gas Kerjakan Jalan Rabat Beton Penghubung Bruno dan Kalibawang

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:28
sumur
Nusantara

Pengeboran Sumur Bor TMMD Reguler Ke-129 Dimulai, Bantu Atasi Krisis Air di Desa Watuduwur

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:18
bc3
Nusantara

Sinergi Bea Cukai dan Aparat Bongkar Penyelundupan 2,6 Kilogram Ganja di Bandara Sentani, Jayapura

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12432 shares
    Share 4973 Tweet 3108
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2770 shares
    Share 1108 Tweet 693
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1273 shares
    Share 509 Tweet 318
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1065 shares
    Share 426 Tweet 266
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui, bahwa strategi mempertahankan keunggulan 1-0 di babak final Piala Dunia 2026 justru...

SelengkapnyaDetails
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.