INDOPOSCO.ID – Bea Cukai meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai tugas dan fungsinya dalam mendukung perekonomian negara melalui kunjungan edukatif yang dilaksanakan di Bea Cukai Tanjung Perak dan Bea Cukai Juanda. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pemaparan materi seputar ekspor dan impor, tugas dan fungsi lembaga, serta diskusi interaktif.
Bea Cukai Tanjung Perak menerima kunjungan dari mahasiswa program studi S1 Pendidikan Ekonomi, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (STKIP) Situbondo, pada Kamis (2/7/2026), sedangkan Bea Cukai Juanda menerima kunjungan dari Universitas Boyolali pada Selasa (14/7/2026).
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa Bea Cukai memiliki peran penting dalam perekonomian negara melalui perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance yang memfasilitasi perdagangan internasional dan perlindungan industri dalam negeri, peran sebagai community protector yang melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal dan berbahaya, serta peran sebagai revenue collector yang menghimpun penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai.
Dalam sesi tersebut, para mahasiswa juga diimbau agar senantiasa waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Pencatutan nama organisasi untuk penipuan adalah tindak pidana manipulasi yang melanggar hukum. Apabila menemukan indikasi penipuan tersebut, para mahasiswa dapat melaporkannya melalui contact center Bravo Bea Cukai pada nomor 1500225 atau ke kantor Bea Cukai terdekat.
Setelah melaksanakan pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab yang berlangsung interaktif, sehingga peserta dapat menggali informasi secara lebih mendalam mengenai pelaksanaan tugas Bea Cukai di bidang kepabeanan dan cukai.
“Melalui kunjungan tersebut, kami berharap para mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran Bea Cukai dalam mendukung perekonomian negara. Kami juga mengapresiasi antusiasme dan semangat belajar para peserta, serta berharap kegiatan serupa dapat terus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan instansi pemerintah,” pungkas Budi. (ipo)


















