• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Mengenal Transisi Demografi dengan Bahasa Sederhana Pada Perubahan Bali

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 28 Mei 2026 - 10:31
in Nasional
Iluatrasi Dengan 70 persen penduduk usia produktif itu adalah peluang emas untuk mencapai Indonesia Emas 2045/istimewa

Iluatrasi Dengan 70 persen penduduk usia produktif itu adalah peluang emas untuk mencapai Indonesia Emas 2045/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Selama ini Bali terkenal sebagai pulau dengan budaya yang kaya, masyarakat yang ramah, dan perkembangan pariwisata yang pesat. Namun di balik itu, terdapat perubahan lain yang berlangsung perlahan dan sangat penting untuk menjadi perhatian, yakni perubahan struktur penduduk. Perubahan ini dikenal sebagai transisi demografi.

Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan populasi Bali mencapai sekitar 4,46 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 0,69 persen dalam lima tahun terakhir. Angka ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk di Bali mulai mengalami perlambatan. Namun yang lebih krusial sebenarnya bukan hanya perubahan jumlah penduduk, tetapi bagaimana komposisi usia berubah seiring waktu.

BacaJuga:

Dewas KPK Bakal Periksa Etik Staf Berstatus Polri yang Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang

Tarif 0 Persen Tuna Cakalang ke Jepang, KKP Jaga Kualitas Rantai Produksi Perikanan

Penelitian Tak Berhenti di Jurnal, UT Dorong Hasil Riset Jadi Rujukan Kebijakan Publik

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Wihaji menegaskan bahwa bonus demografi bisa terlihat di Bali. “Dengan 70 persen penduduk usia produktif itu adalah peluang emas untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” kata Wihaji dalam satu kesempatan.

Fenomena ini tidak hanya berlaku di Bali. Berbagai negara di dunia mengalami pola yang sama saat pendidikan meningkat, layanan kesehatan menjadi lebih baik, dan masyarakat mulai mengubah perspektif mengenai keluarga dan kehidupan kerja.

Secara sederhana, transisi demografi adalah perubahan pola penduduk dari generasi yang memiliki banyak anak menuju masyarakat dengan keluarga yang lebih kecil dan usia hidup yang lebih panjang.

Pada generasi kakek ataupun orang tua, keluarga besar merupakan hal yang lumrah. Memiliki banyak anak sering kali dipengaruhi oleh kondisi sosial pada masa itu, seperti keterbatasan layanan kesehatan, tingginya angka kematian bayi, serta pola ekonomi agraris yang membutuhkan banyak tenaga kerja keluarga. Anak dipandang bukan hanya sebagai penerus keluarga, tetapi juga sebagai penopang pekerjaan rumah tangga dan pertanian. Dalam masyarakat tradisional, keluarga besar bahkan sering dianggap sebagai simbol kekuatan sosial dan keberlanjutan garis keluarga maupun adat.

Kini situasinya sudah sangat berubah. Pendidikan masyarakat semakin tinggi, biaya hidup meningkat, dan pola hidup mulai bergeser menuju masyarakat modern yang lebih urban dan kompetitif. Perempuan juga semakin aktif menempuh pendidikan dan berkarier, sehingga keputusan membangun keluarga menjadi lebih terencana. Di sisi lain, layanan kesehatan yang semakin baik membuat angka kematian bayi menurun dan harapan hidup meningkat. Akibatnya, masyarakat saat ini cenderung memilih memiliki anak lebih sedikit dengan fokus pada kualitas pengasuhan, pendidikan, dan masa depan anak dibanding sekadar jumlah anak dalam keluarga.

Perubahan struktur penduduk Bali terlihat cukup jelas jika dibandingkan dengan hasil Sensus Penduduk 2010. Berdasarkan SUPAS 2025, proporsi penduduk usia produktif (15–64 tahun) meningkat dari 67,51 persen pada tahun 2010 menjadi 69,53 persen pada tahun 2025.

Perubahan ini menunjukkan bahwa struktur penduduk Bali mulai menyempit pada kelompok usia muda dan melebar pada kelompok usia dewasa serta lansia. Dalam istilah demografi, kondisi tersebut menandakan Bali sedang bergerak menuju ageing population atau masyarakat menua.

Fenomena penuaan penduduk sendiri menjadi tren global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah penduduk lansia dunia akan terus meningkat dalam beberapa dekade ke depan akibat meningkatnya harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran.

Di tengah perubahan tersebut, Bali saat ini berada dalam fase yang sangat penting, yaitu bonus demografi. Kondisi ini terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan usia nonproduktif.

SUPAS 2025 menunjukkan bahwa hampir 70 persen penduduk Bali berada dalam kelompok usia produktif. Ini berarti sebagian besar masyarakat berada pada usia kerja, usia belajar, usia berinovasi, dan usia paling aktif secara ekonomi.

Para ekonom menyebut bonus demografi sebagai “jendela peluang” karena kondisi ini tidak berlangsung selamanya. Negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Singapura pernah memanfaatkan momentum serupa untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui investasi besar pada pendidikan, industrialisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menghadapi transisi demografi membutuhkan kesiapan bersama. Pemerintah perlu memperkuat investasi pada pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Sementara itu, masyarakat juga perlu meningkatkan keterampilan, kemampuan adaptasi, dan kualitas sumber daya manusia.

Di saat yang sama, Bali juga perlu mulai bersiap menghadapi masyarakat yang semakin menua. Penguatan layanan kesehatan lansia, sistem perlindungan sosial, serta pembangunan lingkungan yang ramah usia lanjut akan menjadi kebutuhan penting di masa depan.

“Transisi demografi adalah bagian dari perubahan zaman yang tidak bisa dihindari. Namun perubahan ini tidak selalu harus dipandang sebagai ancaman. Jika dipahami dan dipersiapkan dengan baik, transisi demografi justru dapat menjadi momentum untuk membangun Bali yang lebih maju, sehat, produktif, dan sejahtera,” tutup Menteri Wihaji. (ney)

 

Tags: baliBonus Demografitransisi demografi

Berita Terkait.

Dewas KPK Bakal Periksa Etik Staf Berstatus Polri yang Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Nasional

Dewas KPK Bakal Periksa Etik Staf Berstatus Polri yang Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:18
ikan
Nasional

Tarif 0 Persen Tuna Cakalang ke Jepang, KKP Jaga Kualitas Rantai Produksi Perikanan

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:05
ut
Nasional

Penelitian Tak Berhenti di Jurnal, UT Dorong Hasil Riset Jadi Rujukan Kebijakan Publik

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:04
Demo-Vape
Nasional

Terancam Pidana, Demo Vape Bigmo Diduga Langgar PP Kesehatan hingga UU Perlindungan Anak

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:23
Sambut 17 Agustus, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta Warga
Nasional

Sambut 17 Agustus, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk Puluhan Juta Warga

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:02
Kebocoran Data Internal Picu Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, KPK Siapkan Aturan Baru
Nasional

Kebocoran Data Internal Picu Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, KPK Siapkan Aturan Baru

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:31

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2097 shares
    Share 839 Tweet 524
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    915 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Hotel Pullman Central Park Kebakaran, 14 Mobil Damkar Dikerahkan

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.