INDOPOSCO.ID – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menjalin kerja sama dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi swasta (PTS). Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Kolaborasi ini untuk memperluas akses internet, membangun sistem kampus digital, serta mendukung pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran. Program tersebut akan diterapkan pada jaringan APTISI yang mencakup lebih dari 4.000 perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua APTISI sekaligus Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (Unibang), Paristiyanti Nurwardani mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam menyatukan PTS melalui sistem digital terpadu.
Menurutnya, selama ini APTISI menghadapi kendala komunikasi dan keterhubungan antaranggota di berbagai daerah. Dengan dukungan jaringan internet dari SURGE, APTISI kini dapat membangun basis data terintegrasi untuk seluruh anggotanya.
“Sistem digital ini nantinya akan mendukung berbagai aktivitas akademik, mulai dari pembelajaran, penelitian, penjaminan mutu, hingga pengembangan kepemimpinan perguruan tinggi,” ujar Paristiyanti.
Paristiyanti menambahkan, integrasi digital memungkinkan kampus saling berbagi sumber daya akademik. Dosen berpengalaman dari satu perguruan tinggi dapat menjadi rujukan bagi kampus lain, termasuk dalam penyediaan materi dan modul pembelajaran melalui platform SPADA yang telah terkoneksi secara nasional.
“Pada tahap awal, program akan diterapkan di 1.334 kampus hingga Oktober 2026, terutama di wilayah Pulau Jawa. Setelah itu, pengembangan akan diperluas ke Sumatera, termasuk Lampung dan Palembang,” bebernya.
Selain penguatan pembelajaran, APTISI juga menyiapkan program sekolah kepemimpinan bagi pimpinan PTS yang akan dilaksanakan secara bertingkat, mulai dari daerah hingga tingkat pusat. Program tersebut disebut sejalan dengan agenda peningkatan mutu pendidikan tinggi yang diusung Kemendiktisaintek.
Sementara itu, Direktur PT SURGE, Andi L Bharata menambahkan, bahwa perusahaan menyediakan layanan internet berbasis fiber optik dengan kecepatan mencapai 1 Gbps tanpa pembatasan kuota maupun fair usage policy (FUP).
Ia menuturkan, selain menjalankan bisnis, perusahaan juga ingin memberikan kontribusi sosial melalui pemerataan akses internet, khususnya bagi dunia pendidikan.
“Sejak awal kami fokus menghadirkan layanan internet dengan biaya terjangkau agar dapat dinikmati lebih banyak masyarakat, termasuk institusi pendidikan yang memiliki keterbatasan infrastruktur digital,” katanya. (nas)










