• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

ISKI Dorong Literasi AI dan Etika Digital demi Jaga Kepercayaan Publik

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 26 Mei 2026 - 13:04
in Nasional
Atwar

Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si.. Foto: Dokumen ISKI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Derasnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai telah mengubah lanskap komunikasi secara fundamental. Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, muncul ancaman baru seperti deepfake, bias algoritma, hingga disinformasi yang berpotensi mengikis kepercayaan publik dan memperdalam polarisasi sosial.

Melihat situasi tersebut, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) menyiapkan Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030 sebagai arah baru organisasi untuk memperkuat ekosistem komunikasi nasional di tengah transformasi digital yang semakin masif.

BacaJuga:

KKP Siapkan Pendidikan Gratis bagi Anak Pelaku Utama KP Terdampak Bencana Sumatera

Anis Hidayah: Draf RUU HAM Puncak Upaya Sistematis Kerdilkan Komnas HAM

27 Tahun Reformasi, Komnas HAM Hadapi Tantangan yang Kian Kompleks

Dalam Renstra tersebut, ISKI menetapkan empat karakter utama organisasi, yakni unggul, kolaboratif, adaptif, dan berpengaruh. Empat pilar ini akan menjadi fondasi organisasi dalam memperkuat posisi sebagai rumah besar sarjana komunikasi Indonesia sekaligus aktor penting dalam menjaga kualitas komunikasi publik.

Ketua Umum ISKI, Atwar Bajari, menegaskan bahwa organisasi profesi komunikasi tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah kegaduhan informasi digital yang semakin kompleks.

“Kami harus menjadi pelopor pemikiran utama dalam ekosistem komunikasi nasional. Oleh karena itu, setiap bentuk kerja sama ke depan harus difokuskan untuk menghasilkan program nyata yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Atwar dalam keterangan persnya, Selasa (26/5).

Menurutnya, tantangan komunikasi di masa depan tidak lagi sekadar berkaitan dengan kecepatan distribusi informasi, tetapi juga menyangkut integritas, etika, dan kepercayaan publik. Karena itu, ISKI menilai penguatan literasi digital dan etika komunikasi menjadi agenda mendesak.

ISKI juga menyoroti momentum politik menuju Pemilu 2029 sebagai fase yang sangat krusial. Organisasi tersebut melihat potensi eksploitasi AI untuk kepentingan propaganda politik, penyebaran hoaks, hingga manipulasi informasi sebagai ancaman serius bagi demokrasi dan kohesi sosial.

“Langkah preventif harus dipersiapkan jauh sebelum momentum politik berlangsung. Karena itu, agenda mitigasi krisis komunikasi dan penguatan literasi publik akan mulai dijalankan sejak 2026,” jelas Atwar yang juga Guru Besar Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran.

Sebagai organisasi profesi dan keilmuan, ISKI juga mendorong redefinisi kompetensi profesi komunikasi di era digital. Penguasaan literasi AI, kemampuan komunikasi krisis, serta pemahaman etika digital dinilai menjadi keterampilan baru yang wajib dimiliki praktisi maupun akademisi komunikasi.

Tak hanya itu, ISKI ingin memperkuat perannya sebagai pusat gagasan komunikasi nasional melalui forum ilmiah, riset, publikasi, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendukung penyusunan arah kebijakan komunikasi publik Indonesia.

Melalui langkah tersebut, ISKI berharap dapat ikut membangun ekosistem komunikasi yang lebih sehat, etis, dan mampu menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus transformasi digital.(rmn)

Tags: AIDisinformasiIkatan Sarjana Komunikasi IndonesiaISKIKecerdasan BuatanStrategi Komunikasi

Berita Terkait.

KKP
Nasional

KKP Siapkan Pendidikan Gratis bagi Anak Pelaku Utama KP Terdampak Bencana Sumatera

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:05
Anis
Nasional

Anis Hidayah: Draf RUU HAM Puncak Upaya Sistematis Kerdilkan Komnas HAM

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:24
Amiruddin
Nasional

27 Tahun Reformasi, Komnas HAM Hadapi Tantangan yang Kian Kompleks

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:43
Tawfiq
Nasional

Saudi Apresiasi Tata Kelola Haji RI, Sebut Ada “Existential Leap”

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:01
Tamasya
Nasional

Kemendukbangga dan APINDO Siapkan Daycare di Tempat Usaha Melalui Program TAMASYA

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:00
Teuku-Riefky-Harsya
Nasional

Kementerian Ekraf Cetak Local Hero Go Global Lewat Kolaborasi Ekonomi Kreatif

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:19

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    5589 shares
    Share 2236 Tweet 1397
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    2957 shares
    Share 1183 Tweet 739
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    2239 shares
    Share 896 Tweet 560
  • Segel Trofi Pertama di Persib, Eliano Reijnders Sebut Atmosfer Bandung Lewati Eropa

    2043 shares
    Share 817 Tweet 511
  • Anggaran LCC Empat Pilar MPR Capai Rp30,7 Miliar, CBA: Ini Bukan Lagi Lomba, Tapi Proyek Raksasa Harus Diaudit!

    1224 shares
    Share 490 Tweet 306
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.