INDOPOSCO.ID – Bareskrim Polri mengungkapkan, bahwa pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026), diduga kuat dipicu oleh cuaca buruk. Titik awal gangguan kelistrikan itu dari transmisi Sutet 275 KV jalur Muara Bungo – Sungai Rumbai di Jambi.
“Gangguan tersebut diduga dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” kata Wakabareskrim Polri, Irjen Pol. Nunung Syaifuddin di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Gangguan tersebut menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang selanjutnya memicu trip pembangkit secara berantai, sehingga berdampak blackout massal di sejumlah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.
Berdasarkan pemeriksaan lapangan yang dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri di lokasi yang diduga menjadi titik awal gangguan, tepatnya sekitar tower transmisi di Desa Jambi, Kecamatan Mestong, Muaro Jambi ditemukan kabel transmisi putus.
“Sementara itu, kondisi fisik tower transmisi secara umum masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower,” ujar Syaifuddin.
Ia menyatakan, bahwa dugaan putusnya kabel transmisi tersebut diperkuat keterangan saksi di lokasi kejadian dan menerangkan bahwa sesaat sebelum kejadian terjadi ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi.
“Berdasarkan keterangan awal di lapangan kejadian, putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” ucap Syaifuddin.
Bagian kabel transmisi yang mengalami putus itu telah diamankan. “Saat ini berada dalam penanganan Puslabfor Polri guna dilakukan pemeriksaan laboratorium dan analisis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kerusakan,” jelasnya.
Ia mengklaim, bahwa hingga saat ini tidak ditemukan bukti adanya tindakan pengrusakan secara sengaja ataupun unsur kesengajaan lainnya dalam peristiwa mati lampu total tersebut.
“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout,” imbuh Syaifuddin. (dan)










