INDOPOSCO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta menuai kritik pedas warganet usai melakukan penertiban pedagang es krim yang dinilai tidak humanis saat Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026).
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengakui kejadian itu sebagai pelajaran penting dan berjanji akan mengevaluasi anggotanya agar ke depan dapat mengedepankan empati saat berhadapan dengan masyarakat.
“Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lebih bijak, profesional, dan mengedepankan empati kepada masyarakat,” kata Satriadi dalam keterangannya, di Jakarta diterima Senin (25/5/2026).
Dalam melaksanakan penertiban, pihaknya menekankan pentingnya mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi yang baik, dan sikap yang persuasif kepada masyarakat.
Setelah video itu viral di media sosial Instagram, Satpol PP DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan keresahan yang dirasakan masyarakat.
“Kami memahami kejadian tersebut menimbulkan perhatian publik dan menjadi masukan penting bagi kami dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujar Satriadi.
Di samping itu, pihaknya menegaskan aturan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) melarang adanya aktivitas berjualan di sepanjang jalur utama.
“Kegiatan berjualan tidak diperbolehkan di sepanjang jalur utama HBKB demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan masyarakat yang sedang beraktivitas maupun berolahraga,” jelas Satriadi
Salah satu akun Instagram @asalput mengunggah kejadian saat beberapa petugas Satpol PP hendak mengamankan seorang pedagang es krim yang sedang berdiri menuntun sepeda. Beruntung, ada seorang pria yang mencoba membantu pedagang itu.
“Untung banget ada bapak-bapak baju merah yang berani berantemin Satpol PP buat lepasin bapaknya. Akhirnya abang es krimnya dilepas,” tulis @asalput.(dan)










