INDOPOSCO.ID – Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul Darianto Harsono mengungkapkan, sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan untuk Gaza mengalami kekerasan saat disandera oleh militer Israel, sebelum akhirnya dibebaskan pada Kamis (20/5/2026) waktu setempat.
“Mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik; ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum,” kata Darianto Harsono dalam keterangan video yang diunggah dalam akun resmi Instagram @menlu, Jumat (22/5/2026).
Adapun sembilan WNI yang disandera oleh tentara Israel terdiri dari sejumlah jurnalis dan aktivis kemanusiaan yakni Andi Angga, Bambang Noroyono, Andre Prasetyo, Thoudy Badai, Heru Rahendro, Asad Aras, Hendro Prasetyo, Herman Budiyanto Sudarsono, dan Ronggo Wirasano.
“Alhamdulillah, hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla), telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Darianto Harsono.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan, bahwa pemerintah memastikan seluruh tahapan pemulangan sembilan WNI yang sempat diculik oleh tentara Israel, tiba kembali di tanah air tanpa kurang satu apa pun.
“Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat,” jelas Sugiono terpisah di Jakarta, Kamis (21/5/2026) malam.
Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan.
“Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” tegas Sugiono.
Di samping itu, ia bersyukur atas bebasnya sembilan WNI yang sempat disandera oleh tentara Israel saat berlayar menuju Gaza, Palestina. Mereka diketahui ditahan sejak Senin (18/5/2026).
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan Warga Negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki,” tutur Sugiono.
Menurutnya, perkembangan positif itu merupakan buah kerja keras dan koordinasi erat yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0.
“Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia, termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul,” imbuh politikus Gerindra itu. (dan)










