INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesumbar bahwa Amerika Serikat tidak berharap membutuhkan bantuan China untuk mengakhiri perang di Iran maupun mengamankan jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Trump tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, China, Rabu malam (13/5/2026) waktu setempat. Dalam pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping, keduanya akan membahas berbagai isu, termasuk konflik Timur Tengah.
Namun, ia meremehkan peran potensial Beijing dalam mengakhiri konflik, yang telah menghentikan lalu lintas melalui jalur laut utama yang biasanya membawa sekitar 20 persem pasokan minyak global.
“Saya pikir kami tidak membutuhkan bantuan apa pun dengan Iran. Kami akan memenangkannya dengan satu atau lain cara, secara damai atau sebaliknya,” kata Trump kepada wartawan di Washington, sebelum berangkat ke China seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (14/5/2026).
Sementara itu, pihak Iran tidak menganggap pertemuan puncak antara Trump dan Xi di China sebagai sebuah ancaman.
“Sebaliknya, orang-orang mengatakan ini adalah masalah bilateral yang tidak akan memengaruhi hubungan kuat antara Iran dan China,” jelas Almigdad Alruhaid dari Al Jazeera, melaporkan dari Teheran.
“Hubungan ini sangat kuat, strategis, mandiri, dan ada kemitraan yang panjang. Kami tahu ada kesepakatan 25 tahun pada tahun 2020 tentang politik, ekonomi, budaya, dan hal-hal lain di kawasan Timur Tengah,” tambahnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengunjungi Beijing, China, pada 6 Mei 2026 untuk menemui Menlu China, Wang Yi, guna melakukan konsultasi diplomatik intensif. Kunjungan itu bertujuan memperkuat dukungan China terhadap kedaulatan Iran, membahas negosiasi damai, dan mengatasi ketegangan regional, serta mengupayakan pemulihan pelayaran di Selat Hormuz. (dan)











