INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI akan melakukan pengawasan langsung terhadap layanan jemaah haji di Tanah Suci. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain kapasitas kamar hotel, kualitas layanan katering, hingga pengawasan jemaah nonprosedural.
Hal itu disampaikan Cucun usai melepas keberangkatan jemaah haji Kloter KJT-24 di Bandara Internasional Kertajati, Minggu (10/5/2026).
“Ada beberapa catatan yang mungkin nanti juga kita di lapangan akan melihat. Yang pasti kita akan berpedoman, berpatokan pada hasil Panja ini semua,” ujar Cucun.
Menurutnya, Timwas DPR RI ingin memastikan seluruh kesepakatan pelayanan haji yang sebelumnya dibahas dalam Panitia Kerja (Panja) DPR benar-benar diterapkan oleh penyelenggara di lapangan, terutama terkait akomodasi jemaah.
Cucun menyoroti persoalan kapasitas kamar hotel yang sebelumnya disepakati maksimal dihuni empat orang.
“Bagaimana misalkan penempatan di kamar-kamar hotel yang kita sepakati empat orang, kenapa bisa terjadi misalkan ini lebih dari empat orang? Nah, ini kita akan melihat nanti,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penempatan jemaah melebihi kapasitas hanya bisa ditoleransi apabila kondisi kamar memang luas dan tetap layak dihuni.
“Kalau memang kamarnya luas dan layak, mungkin tidak masalah. Tetapi kalau dipaksakan kamarnya sempit kemudian ditumpuk orang lebih dari empat kan enggak bagus,” lanjutnya.
Selain soal penginapan, Timwas DPR RI juga menyoroti layanan katering jemaah haji yang disebut masih menimbulkan keluhan. Menurut Cucun, laporan yang diterima lebih banyak terkait kejenuhan menu makanan selama berada di Tanah Suci.
“Ada laporan-laporan bahwa kejenuhan menu mungkin ya. Jadi menunya harus ada sedikit variatif,” katanya.
Evaluasi layanan tersebut nantinya akan dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan penyelenggara ibadah haji, baik Petugas Penyelenggara Ibadah Haji di Arab Saudi maupun di Indonesia.
Tak hanya layanan jemaah, Cucun juga menyoroti penanganan jemaah nonprosedural yang disebut kini semakin diperketat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
“Sekarang ini tidak ada lagi orang yang tidak punya visa haji bisa lolos berangkat ke Saudi. Semua pasti akan terseleksi dan terskrining,” tegasnya.
Ia berharap pengawasan ketat tersebut dapat memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.(dil)











