INDOPOSCO.ID – Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendesak masyarakat internasional dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengambil langkah nyata dan segera untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Dan mewujudkan solusi dua negara sebagai jalan keluar damai.
Berbicara mewakili kelompok OKI, Duta Besar Turki untuk PBB, Ahmet Yildiz, menegaskan situasi di Palestina kini berada di titik paling kritis, seiring berlanjutnya kekerasan di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Menurutnya, penyelesaian konflik ini tidak hanya urusan regional, tetapi berdampak langsung pada perdamaian dan keamanan dunia secara luas.
“Kebutuhan akan langkah praktis menyelesaikan masalah Palestina dan krisis Timur Tengah semakin mendesak, mengingat dampaknya yang besar terhadap stabilitas global,” tegas Yildiz dilansir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Selasa (12/5/2026).
OKI dengan keras mengecam segala tindakan Israel yang dinilai melanggar hukum internasional, mulai dari perluasan permukiman ilegal, upaya aneksasi wilayah, kekerasan yang dilakukan pemukim, hingga pelanggaran terhadap situs suci agama Islam dan Kristen di Yerusalem Timur.
Hal ini dinilai bertentangan dengan berbagai resolusi PBB, termasuk Resolusi Dewan Keamanan Nomor 2334 yang menegaskan permukiman Israel di wilayah pendudukan tidak memiliki dasar hukum.
“Kami mengutuk pelanggaran Israel terhadap status sejarah dan hukum situs-situs suci di Yerusalem yang diduduki. Pendudukan ilegal ini harus segera diakhiri,” tegasnya.
Selain itu, OKI juga mengecam kebijakan Israel yang menahan pendapatan pajak milik Palestina. Langkah tersebut dinilai sangat merugikan karena melemahkan kemampuan pemerintahan Palestina dalam memberikan pelayanan dasar bagi rakyatnya.
OKI juga menuntut penghormatan penuh terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza serta pelaksanaan rencana komprehensif pengakhiran konflik di wilayah tersebut. Poin utama lain yang didesak OKI adalah penerimaan Negara Palestina sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menurut Yildiz, langkah ini adalah bagian penting untuk menuntaskan ketidakadilan sejarah yang telah lama dialami rakyat Palestina sekaligus memperkuat posisi Palestina di kancah internasional.
“Kami kembali menegaskan seruan kami kepada Dewan Keamanan untuk merespons harapan dunia agar Palestina diterima menjadi anggota penuh PBB,” ujarnya.
Diketahui, pertemuan OKI diselenggarakan atas inisiatif sejumlah anggota Dewan Keamanan PBB, antara lain Inggris dan Prancis, guna membahas situasi terkini di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (nas)











