INDOPOSCO.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Khusus Papua menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sail Away Ceremony British Petroleum (BP) bersama SKK Migas yang diselenggarakan di PT Saipem Indonesia Karimun Yard, Tanjung Balai Karimun pada Jumat (8/5/2026).
Kepala Bidang Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil Bea Cukai Khusus Papua, Undani, menyampaikan bahwa penguatan sektor energi nasional merupakan langkah strategis di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan eskalasi konflik geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang berdampak terhadap stabilitas rantai pasok energi dunia.
Kondisi tersebut dinilai semakin menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan investasi dan pengembangan industri energi yang berkelanjutan di Indonesia.
Ia juga menyampaikan bahwa proyek Tangguh Ubadari Carbon Capture Utilization and Storage Compression (UCC) merupakan salah satu proyek strategis nasional yang memiliki nilai vital bagi masa depan energi Indonesia.
Hal senada juga disampaikan oleh Regional President Asia Pacific British Petroleum, Kathy Wu. Proyek Tangguh berpotensi menghasilkan tambahan sekitar 3 triliun kaki kubik sumber daya gas untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia dan Asia yang terus meningkat, sekaligus mendukung upaya dekarbonisasi melalui reinjeksi sekitar 15 juta ton CO2 pada fase awal.
Kathy juga menyampaikan bahwa investasi senilai US7 miliar dari BP dan para mitra Tangguh menjadi bukti komitmen terhadap ketahanan dan keberlanjutan energi Indonesia serta pengembangan wilayah Papua.
Keberadaan proyek strategis tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi Papua melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, pembangunan infrastruktur, penguatan UMKM, serta transfer knowledge bagi generasi muda Papua.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kanwil Bea Cukai Khusus Papua terus menjalankan fungsi industrial assistance melalui pemberian fasilitas kepabeanan, percepatan layanan logistik, simplifikasi prosedur, serta pengawasan yang efektif guna memastikan kelancaran arus barang dan keberlangsungan proyek strategis nasional demi kedaulatan energi Indonesia. (ipo)











