• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Wamenag Tegaskan Kasus Ponpes Pati Ulah Oknum, Bukan Cerminan Pesantren

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 12 Mei 2026 - 15:09
in Nasional
Wamenag Romo Muhammad Syafi’i (tengah) memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Wamenag Romo Muhammad Syafi’i (tengah) memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Muhammad Syafi’i atau yang akrab disapa Romo Muhammad Syafi’i meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dalam kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum pendiri pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Romo usai mengikuti rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kantor Staf Presiden (KSP) di Jakarta, Senin (11/5/2026).

BacaJuga:

DPR Soroti Anggaran Latsarmil SPPI, Sebut Negara Bisa Hemat Triliunan Rupiah

Banggar DPR Setuju Sekolah Swasta Gratis, Tantangan Terbesar Kini Soal Anggaran

Kemenko PMK Dalami Penyebab Ribuan Peserta SNBP 2026 Batal Kuliah

Menurutnya, bukan hanya pelaku utama yang harus diproses hukum, tetapi juga pihak-pihak yang diduga mengetahui praktik tersebut namun tidak melakukan pencegahan.

“Yang diduga tahu tetapi tidak melakukan pencegahan, walaupun dia tidak ikut serta, itu semua harus dinonaktifkan,” tegas Romo.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada pembiaran terhadap tindak kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, khususnya pesantren.

Romo juga mendesak aparat penegak hukum memberikan hukuman maksimal kepada pelaku apabila terbukti bersalah secara hukum.

“Kalau memang sudah terbukti secara hukum, saya selaku Wakil Menteri Agama memohon kepada aparat penegak hukum agar para pelaku dihukum seberat-beratnya,” pintanya.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya menghancurkan masa depan korban, tetapi juga menimbulkan trauma mendalam serta memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren.

“Karena sudah membuat traumatik bagi para korban dan juga distrust masyarakat yang bisa terpicu terhadap pesantren. Dan ini sangat berbahaya,” tutur Romo.

Romo mengingatkan agar kasus tersebut tidak digeneralisasi terhadap seluruh pondok pesantren di Indonesia. Ia khawatir peristiwa itu dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendiskreditkan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam.

“Jangan sampai kasus ini dijadikan alat oleh pihak-pihak yang tidak setuju dengan kebijakan pesantren sehingga mengurangi minat masyarakat memasukkan anaknya ke pesantren,” katanya.

Ia menegaskan, pesantren memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa dan telah banyak melahirkan tokoh-tokoh yang berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

“Pesantren itu lembaga pendidikan perjuangan Indonesia, memperjuangkan, mempertahankan, dan sekarang juga mengisi pembangunan. Banyak alumni pesantren yang baik,” tutur Romo.

Karena itu, ia meminta publik tidak menyamaratakan tindakan oknum dengan seluruh institusi pesantren.

“Saya ingin mengatakan ini adalah kelakuan oknum pendiri atau pengasuh pesantren. Karena masih sangat banyak pengasuh pesantren yang baik-baik dan tidak terimbas perilaku negatif seperti ini,” ungkapnya.

Meski demikian, Romo menekankan perlunya hukuman berat untuk memberikan efek jera dan mencegah kasus serupa kembali terjadi.

“Untuk menghentikan agar itu tidak berimbas kepada yang lain, harus beri efek jera kepada pelaku ini,” tambahnya.

Diketahui, Polresta Pati telah menetapkan seorang pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, berinisial AS (52), sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati.

AS ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April 2026. Namun, ia sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan polisi sebelum akhirnya ditangkap aparat pada 7 Mei 2026 sekitar pukul 04.45 WIB di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. (her)

Tags: Kabupaten PatikemenagPelecehan Seksual PonpesPemprov Jawa Tengah

Berita Terkait.

Latsarmil
Nasional

DPR Soroti Anggaran Latsarmil SPPI, Sebut Negara Bisa Hemat Triliunan Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:21
Program 3 Juta Rumah Dapat Suntikan Lahan, Purbaya: Proyek Pro Rakyat Diprioritaskan
Nasional

Banggar DPR Setuju Sekolah Swasta Gratis, Tantangan Terbesar Kini Soal Anggaran

Senin, 29 Juni 2026 - 23:57
Kemenko PMK Dalami Penyebab Ribuan Peserta SNBP 2026 Batal Kuliah
Nasional

Kemenko PMK Dalami Penyebab Ribuan Peserta SNBP 2026 Batal Kuliah

Senin, 29 Juni 2026 - 23:41
Trauma Dieksploitasi di Kamboja, Korban TPPO: Jangan Tergiur Gaji Besar
Nasional

Beasiswa Doktor Bakal Melimpah, LPDP Ungkap Strateginya

Senin, 29 Juni 2026 - 23:31
Belanda vs Maroko: Koeman Klaim Duel Unggulan yang ‘Kepagian’
Nasional

Bawaslu Minta Aturan Pidana Pemilu, KUHP, dan KUHAP Diselaraskan

Senin, 29 Juni 2026 - 23:21
Belanda vs Maroko: Koeman Klaim Duel Unggulan yang ‘Kepagian’
Nasional

Belanda vs Maroko: Koeman Klaim Duel Unggulan yang ‘Kepagian’

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1726 shares
    Share 690 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1641 shares
    Share 656 Tweet 410
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Julio-Enciso
Olahraga

Paraguay Singkirkan Jerman, Gustavo Gomez: Persatuan Jadi Kekuatan Kami

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 30 Juni 2026 - 09:41

INDOPOSCO.ID - Timnas Jerman harus mengakui ketangguhan Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Los Guaranies, julukan Paraguay menang...

SelengkapnyaDetails
Pemain-Brasil

Hasil Piala Dunia: Brasil Susah Payah Bekuk Jepang, Paraguay Singkirkan Jerman

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:20
Ancelotti

Brasil Lolos ke 16 Besar, Carlo Ancelotti Sanjung Perlawanan Sengit Jepang

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:10
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Senin, 29 Juni 2026 - 22:11
Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.