• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kebutuhan Gas PLN Tumbuh 4,5 Persen per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi Energi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 11 Mei 2026 - 23:59
in Ekonomi
Ilustrasi - Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG) di PLN Energi Gas, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Foto: Dokumen PLN EPI

Ilustrasi - Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi Liquefied Natural Gas (LNG) di PLN Energi Gas, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kenaikan konsumsi listrik nasional dan percepatan elektrifikasi lintas sektor membuat kebutuhan gas untuk pembangkit listrik diproyeksikan terus meningkat hingga satu dekade ke depan.

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkirakan kebutuhan gas PLN tumbuh sekitar 4,5 persen per tahun hingga 2034, dengan Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi tulang punggung pasokan di tengah penurunan gas pipa domestik.

BacaJuga:

Penjualan Ritel Daihatsu Naik 27 Persen pada Juni 2026, Gran Max Masih Mendominasi

Wuling Ajak Pengunjung Jakarta X Beauty Mengenal Mobil Listrik lewat Cara yang Berbeda

Farida Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Desa Berkeadilan

Hal itu disampaikan Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, dalam forum internasional 11th Annual LNG Supply, Transport & Storage Forum 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Bali pada Kamis (7/5/2026).

Forum ini mempertemukan pelaku industri gas global untuk membahas penguatan rantai pasok LNG di Indonesia.

Menurut Rakhmad, sektor ketenagalistrikan akan menjadi penggerak utama pertumbuhan energi nasional. Proyeksi McKinsey dan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025 menunjukkan kontribusi listrik terhadap kebutuhan energi primer Indonesia naik dari 28 persen pada 2025 menjadi 38 persen pada 2035, didorong elektrifikasi industri, transportasi, rumah tangga, hingga data center.

“Power sector diproyeksikan tumbuh paling tinggi sekitar 4,6-5,4 persen per tahun, didorong elektrifikasi di berbagai sektor,” ujarnya.

Produksi listrik nasional diperkirakan melonjak hampir dua kali lipat dari 283,7 terawatt-hour (TWh) pada 2024 menjadi sekitar 581-584 TWh pada 2034. Meski porsi energi baru terbarukan meningkat tajam, batu bara dan gas masih memegang peran penting untuk menjaga keandalan sistem.

Pada 2034, batu bara diproyeksikan masih menyumbang 47 persen produksi listrik. Sementara itu, pembangkit berbasis gas naik 2,3-2,7 kali lipat menjadi 132,3 TWh atau setara 18-23 persen bauran pembangkit.

Kebutuhan gas PLN pun meningkat dari 1.748 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) pada 2026 menjadi 2.490 BBTUD pada 2034. Kenaikan ini didominasi LNG sebagai solusi atas penurunan pasokan gas pipa.

“Kebutuhan LNG akan terus meningkat untuk menutup penurunan produksi gas domestik melalui pipa dan memenuhi pertumbuhan permintaan listrik,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, kebutuhan kargo LNG diproyeksikan naik dari 103 kargo pada 2026 menjadi 214 kargo pada 2034. Sebaliknya, kontrak gas pipa PLN diperkirakan turun dari 757 BBTUD menjadi 667 BBTUD.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN EPI memperkuat kontrak jangka panjang, termasuk pasokan gas pipa dari Conrad dan Mubadala yang ditandatangani tahun lalu. Di saat yang sama, pengembangan infrastruktur midstream LNG terus dikebut.

Proyek yang dikembangkan meliputi Floating Storage and Regasification (FSRU) Jawa Barat 1 dan 2, FSRU Jawa Timur, FSRU Bali, FSRU Cilegon, LNG carrier, Onshore Receiving Unit (ORU), serta pembangunan pipa WNTS-Pemping. Pengembangan klaster LNG juga dilakukan di Sumatera-Kalimantan, Sulawesi-Maluku, Papua Utara, hingga Nusa Tenggara untuk mendukung gasifikasi pembangkit di wilayah kepulauan.

Secara keseluruhan, PLN EPI menargetkan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) dengan kapasitas penyimpanan hingga 1,2 juta meter kubik.

Menurut Rakhmad, penguatan infrastruktur LNG bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM), meningkatkan ketahanan energi, sekaligus memastikan transisi energi berjalan tanpa mengorbankan keandalan listrik nasional. (srv)

Tags: Konsumsi ListrikLNGpln epiTransisi Energi

Berita Terkait.

dai
Ekonomi

Penjualan Ritel Daihatsu Naik 27 Persen pada Juni 2026, Gran Max Masih Mendominasi

Senin, 6 Juli 2026 - 12:22
wuling
Ekonomi

Wuling Ajak Pengunjung Jakarta X Beauty Mengenal Mobil Listrik lewat Cara yang Berbeda

Senin, 6 Juli 2026 - 11:32
menkop
Ekonomi

Farida Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Desa Berkeadilan

Senin, 6 Juli 2026 - 10:51
sensus
Ekonomi

Hoaks Sensus Ekonomi Bermunculan, DPR Minta Pemerintah Perkuat Edukasi Publik

Senin, 6 Juli 2026 - 10:20
pgn
Ekonomi

PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF, Perkuat Ketahanan Energi Nasional dan Kurangi Impor Gas

Senin, 6 Juli 2026 - 09:31
emas
Ekonomi

Emas Siap Tancap Gas, 3 Sentimen Ini Jadi Penopang Harga

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:15

BERITA POPULER

  • brace

    Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2246 shares
    Share 898 Tweet 562
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    741 shares
    Share 296 Tweet 185
Haaland Usai Norwegia Depak Brasil di Piala Dunia: Sejarah Ini Dikenang Selamanya
Olahraga

Haaland Usai Norwegia Depak Brasil di Piala Dunia: Sejarah Ini Dikenang Selamanya

Editor Dilianto
Senin, 6 Juli 2026 - 16:46

INDOPOSCO.ID - Penyerang Norwegia Erling Haaland mengatakan bahwa dua gol yang dicetaknya ke gawang Timnas Brasil pada babak 16 besar...

SelengkapnyaDetails
Piala Dunia 2026: Runtuhkan Keangkeran Azteca, Tuchel Bangga dengan Tekad Skuad Inggris

Piala Dunia 2026: Runtuhkan Keangkeran Azteca, Tuchel Bangga dengan Tekad Skuad Inggris

Senin, 6 Juli 2026 - 15:01
Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang

Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:27
Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:13
Pemain-Argentina

Messi Ungkap Kunci Sukses Argentina Singkirkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:27
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.