INDOPOSCO.ID – Penguatan ekonomi desa melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kembali menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Dukungan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM/CSR) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PetroChina International Jabung Ltd. mendorong pelaku kerajinan tradisional anyaman pandan di Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat, naik kelas melalui pembangunan rumah produksi yang representatif.
Kelompok Usaha Bersama (KUB) Radesta “Rano Desa Tercinta” kini memiliki rumah produksi dan pemasaran baru yang kokoh, strategis, dan menarik minat konsumen.
Ketua KUB Radesta, Lindawati, menyebut perubahan fasilitas tersebut berdampak besar pada aktivitas produksi dan pemasaran.
“Dulu bangunan kami semi permanen dari papan yang sudah rapuh dan kurang menarik. Sekarang, dengan bangunan beton yang kokoh dan pintu kaca rolling door, konsumen lebih tertarik datang. Kami menamainya Rumah Anyaman Pandan,” katanya dalam keterangannya, dikutip Senin (11/5/2026).
Rumah produksi berukuran 6×8 meter ini dibangun dengan konstruksi beton, dilengkapi pintu kaca model rolling door, etalase pajang, serta area penjemuran bahan baku. Lokasinya yang berada di jalur strategis Muara Sabak menuju Kuala Jambi menjadi nilai tambah untuk menjangkau konsumen yang melintas.
Sebelumnya, PetroChina juga telah menyalurkan bantuan peralatan kerja dan empat unit etalase untuk mendukung pemasaran produk. Dukungan berkelanjutan ini dinilai langsung meningkatkan produktivitas kelompok.
KUB Radesta berdiri sejak 2004 dan kini memiliki 10 anggota aktif yang memproduksi tas, tikar, dan berbagai suvenir khas daerah berbahan daun pandan. Keterbatasan fasilitas sebelumnya membuat promosi produk kurang optimal.
“Dulu banyak orang tidak tahu ini tempat produksi anyaman pandan. Sekarang hampir setiap hari ada yang singgah, baik melihat maupun membeli,” ujar Lindawati.
Selain melayani pembelian langsung di lokasi, KUB Radesta mulai memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah. Fasilitas yang lebih layak juga meningkatkan kepercayaan diri anggota kelompok dalam mengembangkan kualitas produk.
Bagi para perajin, dukungan ini bukan hanya berdampak pada peningkatan omzet, tetapi juga memantik semangat baru untuk menjaga keberlangsungan kerajinan tradisional yang menjadi identitas budaya lokal Tanjung Jabung Timur.
Dengan kolaborasi berkelanjutan antara SKK Migas dan PetroChina, anyaman pandan dari Rano kini tidak lagi sekadar kerajinan rumahan, tetapi tumbuh menjadi sentra UMKM desa yang lebih modern, tertata, dan siap menjangkau pasar yang lebih luas. (srv)











