INDOPOSCO.ID – Eksplorasi energi bukan sekadar soal menemukan apa yang tersembunyi di bawah permukaan bumi. Di balik setiap titik survei, terdapat kebutuhan akan data yang akurat, teknologi yang tepat, hingga kesiapan peralatan untuk bekerja di medan yang tidak selalu mudah. Tantangan itulah yang terus dijawab PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi bagian dari Subholding Upstream Pertamina, melalui penguatan kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS).
Lewat GRS, Elnusa tidak hanya mengandalkan kemampuan membaca data, tetapi membangun rangkaian proses yang terhubung dari akuisisi, pengolahan, hingga pemodelan data bawah permukaan. Integrasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan high-resolution subsurface insights yang dapat membantu menggambarkan kondisi geologi bawah permukaan secara lebih detail, sekaligus menjadi pijakan dalam pengambilan keputusan eksplorasi dan engineering. Di medan remote maupun lokasi dengan akses terbatas, teknologi wireless dan nodal turut membuka ruang bagi metode akuisisi yang lebih fleksibel.
Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, Rustam Aji, menilai perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan kesiapan operasional. Sebab, kecanggihan perangkat tidak akan memberikan dampak maksimal apabila tidak ditopang sumber daya manusia, peralatan, material, serta sistem mobilisasi yang siap bekerja di lapangan.
“Bagi Elnusa, teknologi dan inovasi bukan hanya menjadi bagian dari perangkat operasional, tetapi merupakan enabler dalam menghadirkan solusi energi yang semakin adaptif dan bernilai tambah,” kata Rustam kepada awak media dalam Media Visit Warehouse BSD di Tangerang Selatan, pada Kamis (13/8/2026).
“Karena itu, kami terus mengembangkan kapabilitas teknologi sekaligus memastikan kesiapan ekosistem pendukungnya, mulai dari expertise, equipment, pengelolaan material hingga mobilisasi ke lokasi operasi. Integrasi seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan nilai tambah nyata bagi pelanggan,” sambungnya.
Kekuatan tersebut tercermin dari beragam teknologi yang berada dalam portofolio akuisisi data Elnusa. Mulai dari land seismic dan marine seismic, nodal technology, seismic drilling, recording system, Vibroseis, Ocean Bottom Nodes, hingga non-seismic survey disiapkan untuk menghadapi karakter lapangan yang berbeda. Kapabilitas itu ditopang lebih dari 100 set surveying, navigation, positioning, lebih dari 250 set seismic drilling, lebih dari 25 ribu channel recording & cable system, 9 Vibroseis, 1 Indonesian Seismic Vessel, 2 ribu Ocean Bottom Nodes, 8 ribu Onshore SmartSolo Nodes, serta 25 ribu Onshore Stryde Nodes.
Perjalanan teknologi tersebut bukan dibangun dalam waktu singkat. Sejak 2005, Elnusa telah memanfaatkan Sercel 428 XL dengan kapasitas 20 ribu channel. Sepuluh tahun kemudian, kemampuan itu berkembang melalui penggunaan RT 2 Wireless Seismic System berkapasitas 2 ribu channel sejak 2015. Langkah berikutnya hadir pada 2021 ketika 8 ribu channel SmartSolo ditambahkan untuk menjawab kebutuhan survei di wilayah remote, kemudian diperkuat lagi pada 2025 melalui 25 ribu channel node STRYDE.
Bukan hanya pada perangkat akuisisi, pengembangan juga menyentuh teknologi sumber getar. Elnusa mengoperasikan Vibroseis EnviroVibe 15 ribu lbs untuk membantu menghasilkan pencitraan bawah permukaan, termasuk pada kawasan pertambangan, sub-volcanic terrain, hingga wilayah urban. Dari pengalaman tersebut, lahir pula ruang untuk mengembangkan solusi yang lebih ringkas dan adaptif melalui inovasi engineering dalam negeri.
Salah satunya adalah MiniVibro, sumber getar berukuran compact yang dirancang untuk kebutuhan geohazard dan geotechnical survey. Dengan kapasitas hingga 4 ribu lbs dan rentang frekuensi 10-200 Hz, perangkat ini memiliki desain yang maneuverable sehingga lebih memungkinkan digunakan pada lokasi dengan keterbatasan akses. Kehadiran MiniVibro sekaligus memperlihatkan bagaimana pengalaman menghadapi persoalan di lapangan dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang dikembangkan melalui kompetensi engineering dalam negeri.
“Selain untuk kebutuhan survei, kapabilitas Vibroseis Elnusa juga dikembangkan untuk aplikasi lain, termasuk pemanfaatan metode Vibroseismic EOR sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung peningkatan produksi dengan mempertimbangkan aspek lingkungan. Vibroseis juga dapat digunakan sebagai alternatif sumber getar untuk survei pada area batubara dengan kompleksitas batuan tertentu,” jelas Rustam.
Namun, teknologi yang mumpuni tetap membutuhkan fondasi operasional yang kuat. Karena itu, Elnusa menempatkan supply chain sebagai bagian penting dalam memastikan equipment dan material siap ketika dibutuhkan. Salah satu titik pendukungnya adalah Warehouse Elnusa BSD di Tangerang Selatan, fasilitas seluas sekitar 4.505 m² yang menangani rangkaian proses mulai dari penerimaan, penyimpanan, inventory management hingga mobilisasi material dan equipment menuju lokasi kerja.
“Kesiapan aset juga didukung oleh fungsi Asset Reliability & Productivity melalui pengelolaan keandalan, ketersediaan, dan produktivitas aset. Pendekatan tersebut mencakup strategi pemeliharaan, condition monitoring, serta pengelolaan risiko untuk menjaga equipment, sistem akuisisi, dan infrastruktur pendukung tetap memenuhi standar teknis, keselamatan, dan kualitas,” tambahnya.
Seluruh rangkaian tersebut kemudian dirangkum dalam semangat “Rediscover Technology and Innovation Edge” yang diusung Elnusa. Bagi perusahaan, teknologi bukan berdiri sendiri sebagai perangkat, melainkan menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan data, inovasi, engineering expertise, kesiapan aset, dan kekuatan operasional. Dari sinilah Elnusa berupaya menghadirkan solusi eksplorasi yang semakin adaptif, presisi, dan mampu memberi nilai tambah di tengah tantangan industri energi yang terus berubah.(her)























