• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Geopolitik Memanas, Rupiah Tersungkur ke Rp17.414 Usai Trump Tolak Proposal Iran

Dilianto Editor Dilianto
Senin, 11 Mei 2026 - 17:27
in Ekonomi
Mata-Uang

Arsip - Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Jakarta, pada pertengahan Mei 2024 lalu. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan kuat pada perdagangan awal pekan. Mata uang Garuda ditutup melemah ke level Rp17.414 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (11/5/2026), terseret derasnya arus penguatan dolar global akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Pelemahan rupiah kali ini bukan terjadi tanpa sebab. Pasar global tengah diliputi kekhawatiran baru setelah Presiden AS Donald Trump mengambil sikap keras terhadap Iran dan menolak proposal perdamaian yang diajukan Teheran. Situasi tersebut memicu lonjakan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

BacaJuga:

Purbaya Pastikan Era Tax Amnesty Berakhir, Pengusaha Diminta Tetap Tenang

Wuling Eksion Temani Perjalanan Baru Keluarga Indonesia, Lebih dari 1.000 Konsumen Sudah Memesan

Program HUT Ke-61 PGN: Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Rupiah tercatat turun 32 poin dibanding perdagangan sebelumnya. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,09 persen ke posisi 97,98.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik, khususnya terkait konflik Iran dan AS yang belum menunjukkan tanda mereda.

“Komentar tersebut meningkatkan risiko geopolitik. Fokus pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz yang sebagian besar masih tertutup sejak konflik dimulai,” ujar Ibrahim melalui gawai, Senin (11/5/2026).

Menurut Ibrahim, pernyataan Trump yang menolak respons Iran membuat harapan pasar terhadap de-eskalasi konflik menjadi sirna. Akibatnya, investor memilih mengamankan aset mereka ke dolar AS.

Ia menambahkan, pelaku pasar kini juga menunggu agenda diplomasi Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping. Pertemuan tersebut dinilai krusial karena akan membahas dua isu besar sekaligus, yakni perang dagang dan konflik Iran.

“Investor sedang memantau arah pembicaraan Trump dan Xi Jinping. Pasar berharap ada kepastian terkait perdagangan global dan upaya meredam konflik di Timur Tengah,” katanya.

Di tengah tekanan eksternal tersebut, sentimen domestik sebenarnya masih menunjukkan kondisi yang cukup positif. Survei Konsumen Bank Indonesia periode April 2026 mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik tipis menjadi 123,0.

Kenaikan itu didorong oleh membaiknya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang mencapai level 116,5. Angka tersebut mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi lapangan kerja dan daya beli yang masih terjaga.

Namun, kuatnya sentimen global membuat data domestik belum mampu menjadi penopang utama rupiah. “Faktor eksternal masih sangat dominan, terutama terkait arah suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik global,” tutup Ibrahim.

Untuk perdagangan Selasa (12/5/2026), rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Ibrahim memproyeksikan mata uang RI akan berada di kisaran Rp17.410 hingga Rp17.460 per dolar AS.(her)

Tags: dollargeopolitikrupiah

Berita Terkait.

Purbaya
Ekonomi

Purbaya Pastikan Era Tax Amnesty Berakhir, Pengusaha Diminta Tetap Tenang

Senin, 11 Mei 2026 - 15:05
wuling
Ekonomi

Wuling Eksion Temani Perjalanan Baru Keluarga Indonesia, Lebih dari 1.000 Konsumen Sudah Memesan

Senin, 11 Mei 2026 - 12:02
pgn
Ekonomi

Program HUT Ke-61 PGN: Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Senin, 11 Mei 2026 - 10:04
PTC Cetak Kinerja Solid Sepanjang 2025, Siap Akselerasi Roadmap “Driving Nine to Twentynine”
Ekonomi

PTC Cetak Kinerja Solid Sepanjang 2025, Siap Akselerasi Roadmap “Driving Nine to Twentynine”

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:57
UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama
Ekonomi

UMKM Binaan Pertamina Bersinar di Inabuyer 2026, Buyer Berebut Kerja Sama

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:02
dme
Ekonomi

Potensi Tekan Impor 75 Persen, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:25

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    948 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    705 shares
    Share 282 Tweet 176
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    668 shares
    Share 267 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.