• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Potensi Tekan Impor 75 Persen, Reformasi Subsidi DME Jadi Kunci Keberhasilan

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 10 Mei 2026 - 15:25
in Ekonomi
dme
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Arsitektur subsidi energi nasional kini berada di persimpangan jalan. Ketergantungan terhadap LPG impor yang kian masif tidak hanya membebani devisa, tetapi juga membuat belanja subsidi dalam APBN menjadi tidak optimal karena lebih banyak digunakan untuk menopang komoditas impor ketimbang menggerakkan sumber daya domestik.

Melansir Laporan Kinerja Ditjen Migas Kementerian ESDM tahun 2025, ketergantungan Indonesia terhadap gas impor terus memburuk dalam lima tahun terakhir.

BacaJuga:

Donor Darah PLN EPI dan PLN EG Libatkan 161 Peserta, 134 Kantong Berhasil Dikumpulkan

Teken 7 Kesepakatan di FOREK Hulu Migas 2026, PGN Perkuat Ketahanan Pasokan Gas Nasional

Desa Energi Berdikari Uma Palak Lestari Tarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Porsi impor LPG kini telah mendominasi lebih dari 75 persen konsumsi nasional. Pada 2021, dari konsumsi 8,36 juta ton, impor mencapai 6,34 juta ton. Angka ini melonjak menjadi 7,49 juta ton impor pada 2025 dari total konsumsi 9,24 juta ton.

“Devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja itu sekitar Rp120 triliun sampai Rp150 triliun. Apalagi kalau harga minyak dunia naik, pasti lebih besar lagi,” ujar Bahlil saat ditemui usai pelantikan pejabat eselon II di Kementerian ESDM di Jakarta pekan ini.

Selain tekanan devisa, Bahlil juga menyoroti beban subsidi LPG di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terus merangkak.

Kementerian Keuangan mencatat belanja subsidi LPG mencapai Rp67,6 triliun pada 2021, melonjak menjadi Rp100,4 triliun pada 2022, kemudian sebesar Rp74,3 triliun pada 2023, Rp80,9 triliun pada 2024, dan mencapai Rp87 triliun pada 2025.

”Tidak ada cara lain dalam rangka efisiensi selain mencari jalan agar bahan baku yang tersedia di dalam negeri bisa dikonversi untuk mengganti LPG,” imbuh Bahlil.

Salah satu strategi yang digenjot guna menutup gap besar impor LPG ialah melalui hilirisasi batu bara kalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) yang dikembangkan oleh MIND ID, Pertamina, Bukit Asam, dan Pertamina Patra Niaga. Proyek ini telah diresmikan Percepatan Pengembangan Coal to DME oleh Presiden Prabowo dalam Rangkaian Groundbreaking Proyek Hilirisasi Ke-2 di akhir April 2026.

Sejumlah akademisi dan pengamat memberi catatan kritis atas grounbreaking proyek tersebut. Pengamat energi sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Iwa Garniwa menilai keberhasilan DME sebagai substitusi LPG tidak hanya bergantung pada pembangunan pabrik, tapi juga butuh dukungan dari sisi insentif fiskal dan konsistensi kebijakan.

DME kata Iwa perlu disokong oleh kepastian harga batu bara dan stimulus kebijakan berupa subsidi agar harga jualnya lebih terjangkau diterima masyarakat.

”DME sangat sensitif terhadap harga batu bara dan capex gasifikasi itu tinggi. Jika harga batu bara di atas US$60 per ton, DME tidak kompetitif tanpa subsidi,’’ ujar Iwa.

Dalam hal ini, Iwa mendorong dilakukannya reformasi subsidi energi secara bertahap dari komoditas ke individu melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tanpa reformasi ini, insentif untuk beralih ke jaringan gas (jargas), listrik, atau DME menjadi lemah.

Selain itu, pemerintah diminta mengembangkan indikator kinerja proyek ini. Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah pabrik DME, melainkan dari penurunan volume impor LPG, penghematan subsidi, dan penurunan intensitas emisi per kapita.

”Diversifikasi energi rumah tangga adalah isu multidimensi yang menyangkut fiskal, ketahanan energi, lingkungan, dan keadilan sosial. Keberhasilannya bergantung pada konsistensi kebijakan lintas periode pemerintahan dan kemampuan mengelola transisi secara berkeadilan,” jelas Iwa saat dihubungi.

Tak hanya itu, pemerintah juga perlu menyusun peta jalan diversifikasi energi rumah tangga berdasarkan karakteristik wilayah.

Misalnya, pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di kota besar yang dekat dengan jaringan transmisi gas, penggunaan kompor listrik di daerah dengan surplus daya listrik, serta pemanfaatan DME di wilayah non-pipa seperti Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Dengan skema tersebut, potensi substitusi LPG diperkirakan dapat mencapai 4,5 juta ton hingga 6,5 juta ton per tahun atau setara 55 persen-75 persen dari volume impor LPG saat ini.

Selain dukungan kebijakan, Pengamat Energi Migas Hadi Ismoyo juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan infrastruktur DME.

”Infrastruktur kompor DME sudah ada di Lemigas. Tidak masalah. Tinggal membuat pabrik skala besar. Danantara bisa kolaborasi dengan Pertamina yang sudah punya jaringan distribusi yang matang dan terukur,” ungkap Hadi. (adv)

Tags: DMEImporSubsidi DME

Berita Terkait.

Teken 7 Kesepakatan di FOREK Hulu Migas 2026, PGN Perkuat Ketahanan Pasokan Gas Nasional
Ekonomi

Donor Darah PLN EPI dan PLN EG Libatkan 161 Peserta, 134 Kantong Berhasil Dikumpulkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:21
Teken 7 Kesepakatan di FOREK Hulu Migas 2026, PGN Perkuat Ketahanan Pasokan Gas Nasional
Ekonomi

Teken 7 Kesepakatan di FOREK Hulu Migas 2026, PGN Perkuat Ketahanan Pasokan Gas Nasional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:33
Desa Energi Berdikari Uma Palak Lestari Tarik Perhatian Delegasi ASCOPE
Ekonomi

Desa Energi Berdikari Uma Palak Lestari Tarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:37
Dugaan Penyekapan 10 Calon ART di Surabaya, Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Potensi TPPO
Ekonomi

Agus Projosasmito Beli 3,76 Juta Saham BRMS, Ini Total Kepemilikannya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:17
PLTU Rembang dan Tuban Perkuat Co-Firing Biomassa, PLN EPI Apresiasi Inovasi
Ekonomi

PLTU Rembang dan Tuban Perkuat Co-Firing Biomassa, PLN EPI Apresiasi Inovasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02
BRMS Perkuat Kinerja Kuartal III 2026, Bidik Peningkatan Produksi Emas
Ekonomi

Pemerintah Perkuat KUR untuk Tingkatkan Kapasitas Produksi dan Daya Saing UMKM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:03

OLAHRAGA

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Olahraga

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Editor Dilianto
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

INDOPOSCO.ID - Persoalan tata kelola kembali membayangi kompetisi futsal profesional Indonesia. Pergantian struktur organisasi hingga perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal...

SelengkapnyaDetails
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5149 shares
    Share 2060 Tweet 1287
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • APK Kuliah Baru 35 Persen, Alumni Perguruan Tinggi Diminta Ikut Perluas Akses Pendidikan

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.