INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Training and Consulting (PTC) menutup tahun buku 2025 dengan torehan kinerja yang tetap tumbuh di tengah tantangan industri yang terus bergerak dinamis. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Ballroom Sustainability PTC, Gedung Oil Centre, Jakarta, perusahaan mencatat laba audited sebesar Rp152,9 miliar.
Angka tersebut meningkat 1,04 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya dan menjadi sinyal konsistensi perusahaan dalam menjaga stabilitas bisnis sekaligus memperkuat langkah transformasi.
Tak hanya dari sisi profitabilitas, PTC juga mampu menjaga pengelolaan Effectiveness Tax Ratio (ETR) di level 23,3 persen, melampaui target RKAP 2025 Revisi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Corporate Secretary PTC, Wien Rachusodo, menjelaskan bahwa lini Manpower Business masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan sepanjang 2025.
“Sepanjang tahun 2025, PTC berhasil meraih 19 penghargaan dan 9 sertifikasi berstandar nasional maupun internasional. Sertifikasi yang berhasil diraih diantaranya adalah ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 45001:2018 Sistem Manajemen K3, serta credit rating idA+ PEFINDO,” ujar Wien dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari layanan Manpower Business dengan porsi 70,88 persen. Sementara lini Others Business yang mencakup Consulting, Event Management, dan IT menyumbang 21,96 persen, sedangkan Development Center berkontribusi sebesar 7,16 persen.
Komposisi tersebut memperlihatkan strategi diversifikasi bisnis PTC yang semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar dan perubahan industri.
“Pencapaian ini sebagai bentuk pengakuan atas kualitas layanan, inovasi, serta komitmen Perusahaan dalam menjalankan bisnis secara profesional dan memenuhi standar terbaik untuk seluruh layanan bisnis,” jelasnya.
Di sektor tata kelola perusahaan, PTC juga membukukan peningkatan skor Good Corporate Governance (GCG) menjadi 111,75 persen atau naik 2,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil itu sekaligus mempertahankan predikat Leadership in Corporate Governance yang selama ini disandang perusahaan.
Sementara pada aspek Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan mencatat skor Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:4,50. Artinya, setiap investasi Rp1 dalam program sosial mampu menghasilkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp4,50.
Berbagai program tersebut dijalankan melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pelestarian lingkungan.
Paparan kinerja dalam agenda RUPS disampaikan langsung oleh Amir Faisal selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PTC bersama Muhammad S. Fauzani selaku Direktur Utama PTC.
RUPS turut dihadiri perwakilan pemegang saham yakni Baginda Mulia Pandapotan Saragih dan Rahmi Amini, serta jajaran direksi, komisaris, dan manajemen perusahaan.
“Pencapaian sepanjang tahun 2025 menjadi indikator pertumbuhan dan keselarasan strategi bisnis Perusahaan,” tambah Wien.
Dengan capaian tersebut, PTC menegaskan kesiapan perusahaan untuk mempercepat roadmap transformasi “Driving Nine to Twentynine” sekaligus memperluas kontribusi berkelanjutan bagi industri energi nasional dan Indonesia. (her)











