INDOPOSCO.ID – Debat perdana empat calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjadi panggung penting bagi para kandidat untuk memaparkan visi, gagasan, serta kapasitas kepemimpinan mereka di hadapan kader dan pelaku usaha muda. Dalam debat yang berlangsung dinamis tersebut, sosok Anthony Leong dinilai tampil menonjol karena mampu memadukan kredibilitas personal, kekuatan argumentasi, serta kedekatan emosional dengan audiens.
Penilaian tersebut disampaikan oleh William, akademisi Universitas Indonesia, mahasiswa Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada, dan praktisi teknologi keuangan, yang menilai performa Anthony Leong dalam debat dapat dibaca melalui pendekatan retorika klasik Aristoteles: ethos, logos, dan pathos.
“Dalam debat tadi, Anthony Leong menunjukkan kombinasi yang lengkap sebagai seorang pemimpin organisasi pengusaha muda. Dari sisi ethos, Anthony memiliki rekam jejak nyata sebagai pengusaha yang berangkat dari daerah dan organisator yang mumpuni. Satu hal yang tidak boleh dilupakan juga, ia telah membuktikan diri sebagai sahabat bagi para pemimpin nasional, tidak hanya di saat-saat kemenangan namun juga saat berjuang dari awal. Hal ini jarang kita temukan dari sosok pemimpin muda saat ini, dan ini membangun kredibilitas di mata peserta debat,” ujar William.
Menurutnya, aspek ethos terlihat dari pengalaman panjang Anthony dalam dunia usaha, kemampuan membangun jejaring nasional, serta konsistensinya dalam mendorong transformasi kewirausahaan berbasis teknologi dan ekonomi digital. Khusus mengenai kewirausahaan berbasis teknologi dan ekonomi digital, William memberikan catatan khusus.
“Dalam debat ini, terlihat jelas bagaimana calon ketua umum lain memberikan penegasan akan kapasitas dan pengalaman Anthony dalam mengusung visi ekonomi digital di dunia usaha, sesuatu yang menjadi tantangan zaman bagi pengusaha di Indonesia. Forum yang seharusnya menjadi debat malah menjadi ajang pengakuan bagi kapasitas seorang Anthony Leong,” tambahnya.
Sementara dari sisi logos, William menilai Anthony mampu menyampaikan argumentasi yang sistematis, berbasis data, dan relevan dengan tantangan ekonomi saat ini, khususnya terkait digitalisasi UMKM, penguatan talenta muda, dan perluasan akses pembiayaan bagi pengusaha daerah. Hal ini tidak mengherankan mengingat pengalaman dan latar belakang pendidikan Anthony sebagai seorang Doktor Ilmu Komunikasi.
“Anthony tidak hanya menyampaikan slogan, tetapi juga menjelaskan arah kebijakan dan solusi secara terstruktur. Itu penting dalam kepemimpinan organisasi modern. Para pengusaha di daerah juga sangat relate dengan Anthony yang berangkat dari seorang pengusaha di daerah,” tambahnya.
Adapun dari aspek pathos, Anthony disebut mampu membangun koneksi emosional dengan peserta melalui narasi perjuangan, semangat kolaborasi, dan optimismenya terhadap masa depan pengusaha muda Indonesia, termasuk di daerah. William menilai pendekatan komunikasi seperti itu menjadi faktor penting dalam membangun solidaritas dan kepercayaan di internal organisasi.
“Seorang pemimpin bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan menginspirasi. Dalam debat ini, Anthony Leong terlihat mampu menghubungkan gagasan besar dengan harapan kader-kader muda HIPMI,” jelas William.
Debat perdana ini menjadi momentum penting menjelang pemilihan Ketua Umum HIPMI, sekaligus ruang adu gagasan mengenai arah organisasi ke depan di tengah tantangan ekonomi nasional dan transformasi digital yang semakin cepat. (srv)











