INDOPOSCO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menegaskan, bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan pendekatan kunci untuk mengatasi berbagai persoalan mendasar pendidikan. Mulai dari learning loss, learning poverty, hingga fenomena schooling without learning.
Ia menyoroti tantangan generasi saat ini yang menghadapi tekanan mental, rendahnya daya fokus, serta kecenderungan berpikir instan akibat budaya digital.
Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter. Sehingga pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi membentuk cara berpikir, nilai, dan kepribadian peserta didik.
“Pendekatan pembelajaran mendalam berupaya memperbaiki masalah-masalah tersebut dari hulunya,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Minggu (10/5/2026).
“Tentu ini memerlukan proses yang panjang dan kita juga tidak berpendapat bahwa ini bisa menyelesaikan masalah secara cepat. Tapi kita semua harus melihat masalah itu sebagai tantangan untuk kita bekerja lebih baik dan lebih serius lagi,” sambung Mu’ti.
Ia menekankan, bahwa peran fasilitator sangat strategis sebagai pionir dalam memastikan implementasi pembelajaran mendalam berjalan efektif di lapangan.
“Hasil asesmen seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak boleh berhenti pada penilaian semata, tetapi harus menjadi dasar perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan,” ujarnya. (nas)











