• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 5 Mei 2026 - 19:31
in Nasional
dr Myta Aprilia Azmy yang dilaporkan meninggal dunia saat bertugas di RSUD KH Daud Arif, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026). Foto: dokumen pribadi

dr Myta Aprilia Azmy yang dilaporkan meninggal dunia saat bertugas di RSUD KH Daud Arif, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026). Foto: dokumen pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kematian dokter muda Myta Aprilia Azmy mengguncang dunia kesehatan Indonesia. Dokter yang tengah menjalani program internship tersebut dilaporkan meninggal dunia saat bertugas di RSUD KH Daud Arif, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026).

Tragedi ini memicu sorotan tajam terkait dugaan eksploitasi beban kerja tenaga medis, khususnya dokter muda dalam program internship.

BacaJuga:

Cegah Pengaruh Ideologi Asing, Pekerja Migran Dibekali Wawasan Kebangsaan

Prabowo Putuskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Prabowo Pastikan Mekanisme Penunjukan Kapolri Tetap Lewat Persetujuan DPR

Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, menyampaikan duka mendalam sekaligus kritik keras terhadap lemahnya perlindungan tenaga medis.

“Kematian dr. Myta merupakan alarm keras bagi pemerintah bahwa terdapat kerusakan sistemik dalam memperlakukan pekerja kemanusiaan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan laporan IKA FK Universitas Sriwijaya, terdapat indikasi bahwa korban dipaksa bekerja melampaui batas fisik. Selama tiga bulan berturut-turut, dr. Myta diduga bertugas tanpa hari libur, baik di bangsal maupun instalasi gawat darurat, dengan minim supervisi dari dokter senior.

Kondisi semakin memprihatinkan ketika ia tetap diwajibkan menjalani jadwal jaga malam meski dalam keadaan sakit. Korban dilaporkan mengalami demam tinggi, sesak napas, hingga penurunan saturasi oksigen mencapai 80 persen, namun tetap harus menjalankan tugas.

Pulung menilai kondisi tersebut tidak masuk akal dan mencerminkan sistem kerja yang tidak manusiawi.

“Menugaskan seseorang yang sedang sesak napas untuk tetap berjaga adalah tindakan yang tidak dapat diterima. Tenaga medis adalah manusia, bukan mesin,” tegasnya.

Ia juga mengungkap bahwa sepanjang 2026, sedikitnya empat dokter internship dilaporkan meninggal saat bertugas di berbagai daerah, termasuk di Cianjur, Denpasar, dan Tegal. Rentetan kejadian ini dinilai sebagai indikasi kuat adanya persoalan serius dalam sistem.

Atas kondisi tersebut, Pulung mendesak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk segera melakukan audit investigatif menyeluruh, guna mengungkap akar masalah mulai dari lemahnya supervisi hingga budaya kerja yang tidak sehat di fasilitas layanan kesehatan.

Ia juga mendorong reformasi total terhadap Program Internship Dokter Indonesia (PIDI), terutama dalam hal pengaturan jam kerja yang lebih manusiawi serta jaminan perlindungan kesehatan bagi tenaga medis muda.

“Kita tidak boleh lagi kehilangan dokter karena kelalaian sistem. Reformasi harus segera dilakukan,” pungkas politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan tersebut. (dil)

Tags: DPR RIKematian dr MytaKomisi IX

Berita Terkait.

Cegah Pengaruh Ideologi Asing, Pekerja Migran Dibekali Wawasan Kebangsaan
Nasional

Cegah Pengaruh Ideologi Asing, Pekerja Migran Dibekali Wawasan Kebangsaan

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:01
yusril
Nasional

Prabowo Putuskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:07
bowo
Nasional

Prabowo Pastikan Mekanisme Penunjukan Kapolri Tetap Lewat Persetujuan DPR

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:11
Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!
Nasional

Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:55
Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan
Nasional

Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31
99 Persen Kader Internal Isi Kepengurusan Baru, Jazuli: PB Mathla’ul Anwar Siap Melesat Lebih Tinggi
Nasional

51 Jemaah Haji Ilegal Ditangkap di Soetta Selama April – Mei 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:32

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3690 shares
    Share 1476 Tweet 923
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.