• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR: Program “Bedah Rumah” Instrumen Penting Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Dilianto Editor Dilianto
Minggu, 3 Mei 2026 - 17:07
in Nasional
sari

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, saat penyerahan BSPS di Lombok Timur, NTB, Sabtu (2/5/2026). Foto: Biro Pemberitaan DPR RI/Azka/Karisma

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengapresiasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai instrumen strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut Sari, program yang dikenal luas sebagai “bedah rumah” ini menjadi bagian dari prioritas nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto telah menargetkan pembangunan dan perbaikan hingga 3 juta rumah layak huni hingga tahun 2029. Setiap tahunnya, sekitar 400 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh Indonesia diharapkan dapat disentuh melalui program ini.

BacaJuga:

RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi UU oleh DPR, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Kemenag: Pengajuan Izin Pesantren di 2026 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

“BSPS ini merupakan program stimulan, bukan bantuan penuh. Pemerintah hadir untuk mendorong masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam memperbaiki rumahnya secara mandiri,” ucapnya di Lombok Timur, NTB, dikutip Minggu (3/5/2026)

Ia menjelaskan, melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, setiap unit rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta. Rinciannya, Rp17,5 juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan, sementara Rp2,5 juta digunakan untuk upah tenaga kerja. Dana tersebut tidak diberikan langsung kepada penerima manfaat, melainkan dibayarkan ke penyedia material dan tukang guna memastikan transparansi dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep BSPS mengedepankan semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Jika kebutuhan renovasi melebihi nilai bantuan, masyarakat didorong untuk menambah secara swadaya. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kemandirian sekaligus mempercepat peningkatan kualitas hunian.

“Tujuan akhirnya bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup. Rumah yang layak akan berdampak langsung pada kesehatan keluarga, mulai dari sanitasi yang baik, tidak ada kebocoran, hingga lingkungan yang lebih sehat. Dari situ, produktivitas meningkat dan perekonomian keluarga ikut terdongkrak,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memastikan program BSPS dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pada tahun ini, alokasi BSPS di Pulau Lombok mencapai sekitar 1.400 unit rumah, dengan Kabupaten Lombok Timur mendapatkan sekitar 350 unit.

“Saya akan terus menjemput bola agar program-program pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat, khususnya di NTB,” tegasnya.

Pimpinan DPR RI Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku) itu pun mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang melanjutkan berbagai program pro-rakyat dari pemerintahan sebelumnya, termasuk BSPS. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pembangunan dan mempercepat pencapaian target nasional.

Ia berharap, implementasi program BSPS yang tepat sasaran dan merata dapat menjadi salah satu pendorong utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat, program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian daerah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.

“Jika program ini berjalan optimal dan merata, maka cita-cita menuju NTB mandiri bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan,” pungkasnya. (dil)

Tags: BSPSDPR RISari Yuliati

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi UU oleh DPR, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Rabu, 23 September 2026 - 00:12
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Selasa, 22 September 2026 - 22:38
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Kemenag: Pengajuan Izin Pesantren di 2026 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 September 2026 - 21:08
Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam
Nasional

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Selasa, 22 September 2026 - 18:25
Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 
Nasional

Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 

Selasa, 22 September 2026 - 16:04
isyana
Nasional

Gen Z Jadi Kunci Bonus Demografi, Wamen Isyana Minta Duta Genre Tebar Dampak Nyata

Selasa, 22 September 2026 - 14:04

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.