INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago memberikan peringatan keras agar DPR tidak mengulangi kesalahan dalam pembentukan undang-undang, khususnya terkait regulasi ketenagakerjaan. Ia menekankan evaluasi mendalam berkaca pada pengalaman pembentukan Undang-Undang Cipta Kerja yang mendapat koreksi dari Mahkamah Konstitusi (MK).
Sebagai mitra kerja di bidang ketenagakerjaan, Komisi IX menegaskan posisinya sebagai leading sector dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan (RUU TK).
Irma menyebut pihaknya telah menyurati pimpinan DPR agar pembahasan RUU tersebut tidak diambil alih oleh Badan Legislasi DPR RI (Baleg). Menurutnya, pemahaman substansi ketenagakerjaan berada di Komisi IX, bukan Baleg.
Oleh karena itu, ia menilai pembahasan RUU TK seharusnya tetap berada di komisi terkait guna menghasilkan regulasi yang komprehensif dan tepat sasaran. Sejatinya, sebuah undang-undang harus lahir tanpa berpihak pada kepentingan golongan tertentu.
Ia menegaskan bahwa RUU TK harus menjadi produk hukum yang adil dan tidak berpotensi kembali diuji secara hukum ke Mahkamah Konstitusi.
“RUU ini harus menjadi win-win solution bagi buruh maupun pengusaha, tanpa ada pihak yang dirugikan,” kata Irma dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Ia mengungkapkan bahwa Komisi IX telah membentuk panitia kerja (panja) sebagai langkah awal pembahasan RUU tersebut. Dengan demikian, tidak tepat jika Baleg mengambil alih proses legislasi yang sudah berjalan di komisinya.
Komisi IX DPR dipastikannya siap menyelesaikan pembahasan RUU Ketenagakerjaan secara optimal, termasuk mengkaji berbagai klausul dan pasal secara mendalam.
“Tujuannya, agar regulasi yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja di Indonesia serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” jelas Irma.
Di samping itu, ia mengingatkan bahwa beleid UU Cipta Kerja sempat diputuskan bermasalah oleh Mahkamah Konstitusi, sehingga menjadi pelajaran penting bagi DPR dalam menyusun regulasi ke depan. “DPR tidak boleh melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya,” imbuh politikus NasDem itu.(dan)











