INDOPOSCO.ID – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, semangat kebersamaan dan pendidikan bermutu terasa di halaman kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Hardiknas tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum menegaskan komitmen menghadirkan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa, termasuk dari wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), Papua, hingga anak pekerja migran di luar negeri.
Kehadiran para siswa penerima Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dalam barisan Paskibra menjadi cermin semangat Hardiknas 2026, bahwa pendidikan bermutu harus dirasakan tanpa terkecuali, di mana pun anak Indonesia berada.
“Melihat anak-anak dari berbagai daerah berkumpul di sini adalah gambaran nyata semangat Indonesia. Mereka datang dengan latar belakang berbeda, tetapi dipersatukan oleh cita-cita yang sama, yaitu belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik untuk bangsa,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam keterangan, Sabtu (2/5/2026).
Program ADEM yang dikelola melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) memberikan kesempatan bagi lulusan SMP/MTs sederajat dari Papua, wilayah 3T, serta anak pekerja migran (repatriasi) untuk mengakses pendidikan menengah yang lebih luas dan berkualitas.
Salah satu peserta Paskibra, Abbel Christboy Juserial Jufuway, siswa kelas XI asal Kota Jayapura, Papua, yang kini bersekolah di SMAN Krida Nusantara, Kota Serang, Banten. Ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari upacara Hardiknas tahun ini.
“Saya merasa bangga karena bisa mewakili teman-teman pelajar dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dea Novita Saule, siswi SMA Negeri 3 Padang asal Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Menurutnya, Hardiknas menjadi pengingat atas perjuangan panjang menghadirkan pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa, termasuk di pelosok.
Sementara itu, Nani Asmira, siswi SMA Binaul Ummah, Kuningan, Jawa Barat, yang sebelumnya menempuh pendidikan di Community Learning Center (CLC) Sabah, Malaysia, menyebut kesempatan belajar di Indonesia melalui program ADEM sebagai pengalaman berharga.
Ia juga mengingatkan pentingnya meneruskan cita-cita Ki Hadjar Dewantara dalam memperluas akses pendidikan. “Berkat perjuangan beliau, pendidikan kini bisa dinikmati lebih luas. Semoga fasilitas dan kualitas pendidikan di daerah semakin baik,” ungkapnya. (nas)










