• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hari Buruh 2026, DPR Dorong Pemerintah Bentuk Satgas PHK yang Pernah Dijanjikan Setahun Lalu

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 1 Mei 2026 - 20:06
in Nasional
Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Foto: Istimewa

Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mendorong pemerintah segera membentuk Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK). Keberadaan satgas ini dinilai krusial sebagai instrumen perlindungan pekerja di tengah gelombang PHK yang terus berulang di berbagai sektor industri.

“Soekarno pernah menyatakan buruh adalah soko guru pembangunan. Momentum Hari Buruh harus menjadi titik balik. Kita tidak bisa hanya menangani dampak PHK, tetapi harus mulai mencegahnya secara sistematis,” ujar Edy dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

BacaJuga:

Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos,Begini Kata Kemensos

Tak Sekadar Gelar Akademik, 45 Profesor UT Ditantang Lahirkan Riset Berdampak

BPK: Imigrasi Bukan Sekadar Mesin PNBP, Tapi Penjaga Kedaulatan Negara

Edy mengingatkan bahwa pembentukan Satgas PHK merupakan janji Presiden sejak peringatan Hari Buruh 1 Mei 2025. Karena itu, realisasi kebijakan tersebut dinilai mendesak untuk menjawab keresahan pekerja yang semakin meningkat.

Berdasarkan data, sepanjang 2025 lebih dari 65 ribu pekerja terdampak PHK. Hingga April 2026, jumlah tersebut terus bertambah, seiring tekanan global, khususnya di sektor teknologi, yang turut memengaruhi pasar tenaga kerja nasional.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III tersebut, kondisi ini menunjukkan bahwa PHK bukan lagi fenomena sementara, melainkan tekanan struktural yang berulang. Dampak paling terasa terjadi di sektor padat karya seperti tekstil, garmen, dan alas kaki.

Secara geografis, wilayah industri seperti Jawa Barat menjadi daerah dengan angka PHK tertinggi pada awal 2026. “Banyak pekerja kehilangan pekerjaan tanpa kepastian mendapatkan pekerjaan baru. Ini sudah menyentuh ketahanan ekonomi keluarga,” tegasnya.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu juga menilai kebijakan pemerintah selama ini masih cenderung reaktif, yakni baru bergerak setelah PHK terjadi. Padahal, sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi PHK belum berjalan optimal.

Karena itu, Edy menekankan bahwa Satgas PHK harus memiliki dua fungsi utama, yakni pencegahan (hulu) dan penanganan (hilir).

Di sisi hulu, Satgas PHK bertugas mencegah PHK melalui intervensi dini terhadap perusahaan yang mengalami tekanan keuangan, termasuk pemberian insentif agar tetap beroperasi.
Selain itu, perusahaan yang menghadapi potensi pailit juga perlu difasilitasi negosiasi dengan kreditor agar tidak berujung pada PHK massal.

Sementara di sisi hilir, Satgas PHK harus memastikan pekerja terdampak tetap mendapatkan haknya secara maksimal, mulai dari kompensasi, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), hingga akses Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama enam bulan tanpa iuran.

Edy juga menambahkan bahwa Satgas PHK perlu dilengkapi dengan sistem peringatan dini, mekanisme respons cepat lintas sektor, serta fokus perlindungan di kawasan industri yang rentan.

“Buruh adalah fondasi pembangunan. Menjaga keberlanjutan pekerjaan mereka adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh harus menjadi momentum untuk menghadirkan kebijakan yang nyata dan berdampak langsung bagi kesejahteraan pekerja, bukan sekadar seremoni tahunan. (dil)

Tags: DPR RIHari BuruhMay DaySatgas PHKserikat buruh

Berita Terkait.

tri
Nasional

Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos,Begini Kata Kemensos

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:17
ut
Nasional

Tak Sekadar Gelar Akademik, 45 Profesor UT Ditantang Lahirkan Riset Berdampak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:07
pnbp
Nasional

BPK: Imigrasi Bukan Sekadar Mesin PNBP, Tapi Penjaga Kedaulatan Negara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:06
menhut
Nasional

Terungkap, Raja Juli dengan Suhardiman Amby Gelar Pertemuan Beberapa Kali

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:04
Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Nasional

Menkeu Purbaya Kunjungi Booth Mitsubishi Fuso, Hasil Uji Biodiesel B50 Canter Jadi Sorotan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:33
Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global
Nasional

6 Profesor UT Dikukuhkan, dari AI hingga Perlindungan Pekerja Migran Jadi Senjata Hadapi Zaman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:50

BERITA POPULER

  • john

    Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1962 shares
    Share 785 Tweet 491
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1939 shares
    Share 776 Tweet 485
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1188 shares
    Share 475 Tweet 297
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.