• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Puluhan Ribu Kasus Campak Tercatat, 21 KLB Terjadi di Awal 2026

Nasuha Editor Nasuha
Jumat, 1 Mei 2026 - 21:16
in Nasional
Ilustrasi penderita campak. Foto: Dokumen BRIN

Ilustrasi penderita campak. Foto: Dokumen BRIN

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID– Kasus campak di Indonesia masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, tercatat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian atau case fatality rate (CFR) sebesar 0,1 persen.

Memasuki 2026 hingga minggu ke-7, jumlah kasus suspek campak kembali mencapai 8.224 kasus, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan 4 kematian (CFR 0,05 persen). Pada periode yang sama, terjadi 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

BacaJuga:

Tak Perlu Tunggu 2028, DPR Dorong Penyesuaian Anggaran MBG Secepatnya

UT Perkuat Budaya Menulis, Penulis: Ada Ketidakadilan Dana Transfer ke Daerah

Mendikdasmen Ajak Guru dan Murid Berinovasi Lewat ImajiNation 2026

Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Harimat Hendarwan menjelaskan, bahwa campak disebabkan oleh measles virus, yakni virus RNA beruntai tunggal, berselubung, beruntai negatif, yang termasuk genus Morbillivirus dari famili Paramyxoviridae. “Sejauh ini, manusia adalah satu-satunya inang alami,” ujar Harimat dalam keterangan, Jumat (1/5/2026).

Menurut Harimat, penelitian menunjukkan virus campak merupakan hasil evolusi dari Rinderpest, virus penyebab penyakit mematikan pada sapi. Para ahli memperkirakan lompatan spesies (spillover) dari sapi ke manusia terjadi sekitar abad ke-6 SM, seiring pertumbuhan populasi dan domestikasi sapi.

Ia juga menyebut ilmuwan Persia, Muhammad bin Zakariya al-Razi, sebagai sosok pertama yang secara ilmiah membedakan campak dari penyakit ruam lainnya.

Ia mengatakan, campak yang juga dikenal sebagai morbilli, measles, gabak, rubeola, atau campak merah, merupakan penyakit demam akut yang sangat menular dan berpotensi fatal, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. “Tingkat penularannya sangat tinggi, bahkan seseorang yang tidak pernah diimunisasi dapat terinfeksi hanya dengan memasuki ruangan yang sebelumnya ditempati penderita,” katanya.

Ia menjelaskan, penularan terjadi melalui kontak dengan cairan hidung atau tenggorokan penderita, baik melalui pernapasan, batuk, maupun bersin. Virus dapat tetap aktif dan menular di udara atau pada permukaan hingga dua jam.

“Diperkirakan 90 persen orang yang terpapar dan tidak diimunisasi akan tertular, dan satu orang penderita dapat menyebabkan hingga 18 infeksi sekunder,” ungkapnya.

Ia menyebut, secara klinis, masa inkubasi campak berlangsung 10–14 hari. Gejala awal meliputi demam disertai tiga gejala khas, yakni batuk (cough), pilek (coryza), dan konjungtivitis (conjunctivitis). Demam biasanya memuncak pada hari keempat dengan suhu mencapai 39–40,5 derajat Celsius.

Beberapa hari kemudian, lanjutnya, muncul ruam morbiliform yang dimulai dari wajah, leher bagian atas, dan belakang telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Penderita dapat menularkan virus sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya.

“Salah satu tanda khas campak adalah munculnya bintik Koplik (Koplik spot) di mukosa mulut sekitar dua hari sebelum ruam timbul,” ujarnya.

“Lesi kecil berwarna biru keputihan tersebut menjadi penanda penting dalam menegakkan diagnosis dini, bahkan sebelum ruam terlihat,” imbuhnya. (nas)

Tags: BRINCampakKLBRuam CampakSuspek Campakvirus

Berita Terkait.

mbg
Nasional

Tak Perlu Tunggu 2028, DPR Dorong Penyesuaian Anggaran MBG Secepatnya

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:12
utt
Nasional

UT Perkuat Budaya Menulis, Penulis: Ada Ketidakadilan Dana Transfer ke Daerah

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:02
abdul
Nasional

Mendikdasmen Ajak Guru dan Murid Berinovasi Lewat ImajiNation 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:03
tito
Nasional

Mendagri Tito: Integrasi Data Dukcapil Perkuat Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:53
Mulai 17 Agustus, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari di 15 Kantah
Nasional

Mulai 17 Agustus, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari di 15 Kantah

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:09
Ekonomi Indonesia Kembali Tunjukkan Taji, Industri Bangkit dan Inflasi Kian Terkendali
Nasional

Wamendiktisaintek: Pendidikan Vokasi Harus Jamin Lulusan Siap Kerja

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:27

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2101 shares
    Share 840 Tweet 525
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.