INDOPOSCO.ID – Eksekusi operasional yang disiplin dari hulu ke hilir membawa PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) membuka 2026 dengan lonjakan kinerja. Di tengah perawatan tahunan smelter dan dinamika biaya energi global, perusahaan tetap mencatat penjualan USD808 juta, Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) USD508 juta (margin 63 persen), serta laba bersih USD163 juta (margin 20 persen) pada kuartal I tahun 2026 berbalik tajam dari rugi pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja ini ditopang produksi konsentrat 167.792 metrik ton kering yang mengandung sekitar 101 juta pon tembaga dan 136.115 ons emas. Di sisi hilir, produksi katoda tembaga mencapai 27.670 ton dengan penjualan 28.764 ton, sementara emas murni diproduksi 66.209 ons dengan penjualan 16.043 ons.
Melalui entitas anak PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri, AMMAN kini beroperasi terintegrasi penuh dari pertambangan hingga pemurnian, memperkuat posisinya sebagai produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.
Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto, mengatakan perusahaan mengawali tahun dengan eksekusi kuat di seluruh lini.
“Produksi konsentrat terdorong peningkatan bijih segar dan kadar bijih. Di sisi pemurnian, kapasitas smelter dan precious metal refinery terus ditingkatkan, dengan sebagian besar uji jaminan kinerja telah diselesaikan dan sisanya on track rampung Juli 2026,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Pada kuartal ini, AMMAN juga menjalankan pemeliharaan tahunan smelter seiring masih berlakunya izin ekspor konsentrat. Kombinasi waktu henti terencana dan penjualan sebagian konsentrat membuat tingkat produksi pemurnian belum optimal rata-rata 50 persen untuk katoda tembaga dan 46 persen untuk emas murni. Namun strategi ini justru menjaga fleksibilitas operasi saat smelter menjalani ramp-up.
Izin ekspor konsentrat yang diperoleh pada 31 Oktober 2025 memberikan kuota 480 ribu metrik ton kering hingga 30 April 2026. Setelah menjual 151.353 metrik ton kering pada kuartal 4 tahun 2025, AMMAN menambah penjualan 30.013 metrik ton kering di kuartal 1 2026 yang mengandung sekitar 19 juta pon tembaga dan 30.505 ons emas. Perusahaan menyatakan tidak akan memanfaatkan kuota secara penuh karena sebagian konsentrat dialokasikan untuk mendukung peningkatan kapasitas smelter.
Dari sisi proyek strategis, ekspansi pabrik konsentrator serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) atau (Combined Cycle Power Plant/CCPP) dan fasilitas regasifikasi LNG terus berjalan sesuai rencana. Proyek-proyek ini ditujukan untuk menaikkan throughput, efisiensi energi, dan daya saing biaya jangka panjang.
Secara tahunan, lompatan kinerja terlihat jelas. EBITDA berbalik dari negatif USD42 juta pada kuartal 1 2025 menjadi USD508 juta, sementara laba bersih berbalik dari rugi USD138 juta menjadi laba USD163 juta. Pendorong utamanya adalah kembalinya ekspor konsentrat, harga logam yang lebih tinggi, serta perbaikan operasional berkelanjutan.
Meski mencermati ketidakpastian geopolitik termasuk konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan biaya energi sejak Maret manajemen menilai prospek jangka panjang tembaga dan emas tetap kuat. Fokus utama kini adalah memastikan kinerja smelter yang stabil, andal, dan berkelanjutan sembari menuntaskan agenda ekspansi.
Dengan fondasi integrasi dari tambang hingga pemurnian yang kian matang, AMMAN memasuki sisa tahun 2026 dengan posisi operasional dan finansial yang jauh lebih kokoh. (rmn)










