• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

May Day 2026, ASPEK: Outsourcing dan Gig Worker Wajah Baru Perbudakan Modern

Nasuha - Editor Nasuha -
Kamis, 30 April 2026 - 22:01
in Nasional
Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhamad Rusdi. Foto: Dokumen ASPEK

Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhamad Rusdi. Foto: Dokumen ASPEK

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Konfederasi ASPEK Indonesia menyoroti maraknya praktik outsourcing, pemagangan semu, hingga sistem kerja platform digital yang dinilai sebagai bentuk baru eksploitasi tenaga kerja.

Serikat Pekerja ini menegaskan negara tidak boleh membiarkan fleksibilitas hubungan kerja berkembang tanpa perlindungan memadai bagi pekerja, seperti sistem outsourcing. Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhamad Rusdi, menyatakan penyempitan lapangan kerja tidak boleh dijadikan alasan untuk memperluas hubungan kerja yang tidak pasti dan minim jaminan.

BacaJuga:

Direktur Human Capital Pegadaian Raih Penghargaan “Top Women in Shaping Future Ready Organization”

Partisipasi TKA SD-SMP Tembus 97 Persen, Kemendikdasmen Pastikan Pengumuman Tepat Waktu

KAI Perkuat Pendampingan Bagi Pelanggan dan Keluarga Korban Terdampak di Bekasi Timur

“ASPEK minta jangan korbankan nasib buruh (outsourcing,red) dengan retorika kelangsungan usaha. Tanpa kepastian kerja, tidak ada keadilan. Fleksibilitas tanpa perlindungan bukan solusi, itu perbudakan modern dengan wajah baru,” ujar Rusdi di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Ia menilai kondisi ketenagakerjaan semakin rentan sejak diberlakukannya kebijakan Omnibus Law Cipta Kerja yang mendorong fleksibilitas hubungan kerja. Alih-alih menciptakan pekerjaan berkualitas, kebijakan itu disebut membuka ruang bagi meluasnya praktik outsourcing, kontrak jangka pendek, dan pemagangan tanpa kepastian.

Menurut dia, praktik outsourcing kini telah melampaui tujuan awalnya. Tidak lagi terbatas pada pekerjaan penunjang, sistem ini disebut telah merambah pekerjaan inti yang bersifat tetap dan berkelanjutan. Dampaknya, jutaan pekerja dinilai kehilangan kepastian kerja, jaminan sosial layak, serta perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK).

Di sisi lain, munculnya pekerja platform digital seperti pengemudi ojek online dan pekerja gig economy dinilai memperluas “zona abu-abu” dalam hubungan kerja. Mereka diposisikan sebagai mitra, tetapi tunduk pada sistem yang sepenuhnya dikendalikan perusahaan aplikasi tanpa kepastian upah, perlindungan sosial memadai, maupun jaminan keberlanjutan kerja.

“Kondisi ini mencerminkan kegagalan arah kebijakan ketenagakerjaan. Digitalisasi tidak boleh menjadi alasan untuk menghapus tanggung jawab negara dalam melindungi pekerja. Jika hubungan kerja dikendalikan oleh platform, maka perlindungan terhadap pekerja harus hadir secara nyata,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa negara tidak boleh menjadi pelopor ketidakpastian kerja dengan melegalkan hubungan kerja yang eksploitatif. Menurutnya, model ekonomi berbasis upah murah hanya akan melemahkan daya beli masyarakat, menghambat pertumbuhan kelas menengah, dan pada akhirnya merugikan keberlanjutan usaha.

Dia mendesak revisi total Undang-Undang Ketenagakerjaan, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Omnibus Law Cipta Kerja. Reformasi tersebut, kata mereka, harus mencakup pembatasan outsourcing hanya pada pekerjaan non-inti. Lalu, pengakuan pekerja ojek online dan gig economy sebagai pekerja, jaminan sosial menyeluruh, penetapan penghasilan layak, serta transparansi sistem dan algoritma platform digital.

“Indonesia Emas tidak akan tercapai jika pekerjanya hidup dalam ketidakpastian. Sudah saatnya menghentikan politik upah murah dan membangun sistem kerja yang modern, adil, dan bermartabat,” ujarnya. (nas)

Tags: Hari BuruhMay DayoutsourcingPerbudakan Modern

Berita Terkait.

Direktur Human Capital Pegadaian Raih Penghargaan “Top Women in Shaping Future Ready Organization”
Nasional

Direktur Human Capital Pegadaian Raih Penghargaan “Top Women in Shaping Future Ready Organization”

Kamis, 30 April 2026 - 22:45
Partisipasi TKA SD-SMP Tembus 97 Persen, Kemendikdasmen Pastikan Pengumuman Tepat Waktu
Nasional

Partisipasi TKA SD-SMP Tembus 97 Persen, Kemendikdasmen Pastikan Pengumuman Tepat Waktu

Kamis, 30 April 2026 - 22:35
KAI Perkuat Pendampingan Bagi Pelanggan dan Keluarga Korban Terdampak di Bekasi Timur
Nasional

KAI Perkuat Pendampingan Bagi Pelanggan dan Keluarga Korban Terdampak di Bekasi Timur

Kamis, 30 April 2026 - 21:31
May Day 2026, Pengamat: Ujian Nyata Komitmen Prabowo Bangkitkan Ekonomi Buruh
Nasional

May Day 2026, Pengamat: Ujian Nyata Komitmen Prabowo Bangkitkan Ekonomi Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 21:15
KAI Perkuat Pendampingan Bagi Pelanggan dan Keluarga Korban Terdampak di Bekasi Timur
Nasional

Rencana Penutupan Program Studi, Begini Kritik DPR ke Pemerintah

Kamis, 30 April 2026 - 20:45
Pertemuan
Nasional

Perkuat Pengawasan, Bea Cukai Jalin Sinergi Lintas Instansi di Berbagai Daerah

Kamis, 30 April 2026 - 11:32

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2551 shares
    Share 1020 Tweet 638
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1372 shares
    Share 549 Tweet 343
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.