• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pengelola Fiskal Perlu Kuasai AI hingga Baca Tren Global, Ini Alasannya

Dilianto - Editor Dilianto -
Rabu, 29 April 2026 - 02:27
in Ekonomi
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung memberikan paparan dalam Acara Puncak Kemenkeu Learning Festival di Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung memberikan paparan dalam Acara Puncak Kemenkeu Learning Festival di Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: Dok. Kemenkeu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah arus perubahan global yang kian tak terduga, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengingatkan pentingnya terus memperbarui kapasitas diri. Menurutnya, kecepatan perubahan dunia menuntut setiap individu, terutama pengelola fiskal, untuk tidak berhenti belajar.

“Mengapa kita perlu terus belajar? Karena memang dunia ini cepat sekali berubah. Ada disruption, kemudian penuh dengan ketidakpastian dan ilmu yang kita pelajari mungkin sebentar saja sudah out of date, sudah obsolete, sudah usang,” kata Juda dalam Acara Puncak Kemenkeu Learning Festival di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

BacaJuga:

Sabut Kelapa Minahasa Selatan Tembus Pasar China, Limbah Jadi Devisa

Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau

Lapangan Mako Ditargetkan 120 MMSCFD, Pertamina Drilling Turun dengan Jack Up Rig

Ia menekankan, tantangan ke depan bukan hanya soal menghadapi perubahan, tetapi juga kemampuan membaca arah perubahan itu sendiri. Dalam konteks ini, Juda memaparkan tiga kompetensi utama yang perlu dimiliki pengelola fiskal Indonesia.

Pertama, kemampuan membaca tren dan merancang peta masa depan. Mulai dari transisi menuju ekonomi hijau, perubahan struktur demografi, hingga dinamika geopolitik global—semuanya harus dipahami secara komprehensif.

“Bagaimana kita bisa memetakan apa yang akan terjadi kedepan, memetakan landscape yang akan kita hadapi ke depan, sehingga kita bisa mempersiapkan respon kebijakan, melakukan kajian-kajian yang kemudian kedepan sangat diperlukan di dalam menghadapi mapping ataupun perubahan landscape itu,” jelas Juda.

Kedua, penguasaan teknologi menjadi hal yang tak bisa ditawar. Juda menyoroti pentingnya kecerdasan buatan (AI) dan big data dalam memperkuat kualitas pengambilan keputusan. Dengan analisis berbasis data yang tepat, kebijakan fiskal diyakini dapat menjadi lebih akurat dan responsif.

Ketiga, ia menekankan perlunya kepemimpinan yang lincah atau agile leadership. Dalam situasi penuh ketidakpastian, seorang pemimpin tidak bisa menunggu kondisi ideal untuk bertindak.

“Di era yang penuh ketidakpastian ini kita juga dituntut untuk bisa mengambil keputusan dalam ketidakpastian. Decision making under uncertainty. Artinya kita harus membuat skenario-skenario yang kita hadapi ke depan dan mencoba untuk melihat ataupun menghitung, menimbang probabilitas-probabilitas,” tambahnya. (her)

Tags: AIJuda AgungKemenkeuwamenkeu

Berita Terkait.

Revisi UU Parpol Dinilai Mendesak, DPR Soroti Pendanaan dan Modernisasi Partai
Ekonomi

Sabut Kelapa Minahasa Selatan Tembus Pasar China, Limbah Jadi Devisa

Rabu, 29 April 2026 - 01:23
Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau
Ekonomi

Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau

Rabu, 29 April 2026 - 00:11
Lapangan Mako Ditargetkan 120 MMSCFD, Pertamina Drilling Turun dengan Jack Up Rig
Ekonomi

Lapangan Mako Ditargetkan 120 MMSCFD, Pertamina Drilling Turun dengan Jack Up Rig

Selasa, 28 April 2026 - 23:15
RUPST bank bjb Tebar Dividen Rp900 Miliar, Susi Pudjiastuti Masuk Jajaran Komisaris
Ekonomi

RUPST bank bjb Tebar Dividen Rp900 Miliar, Susi Pudjiastuti Masuk Jajaran Komisaris

Selasa, 28 April 2026 - 21:55
Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
Ekonomi

Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR

Selasa, 28 April 2026 - 21:45
Tekan Harga, Pemerintah Pangkas Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0 Persen
Ekonomi

Tekan Harga, Pemerintah Pangkas Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0 Persen

Selasa, 28 April 2026 - 21:31

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2528 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    938 shares
    Share 375 Tweet 235
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.