• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Srikandi Tangguh Dompet Dhuafa, Mengubah Kandang Menjadi Jalan Pendidikan Anak

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 25 April 2026 - 12:08
in Nusantara
Yuliani (57), dari Desa Sentra Tahu, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menjadi contoh nyata perempuan yang bangkit melalui peternakan. Foto: Dompet Dhuafa

Yuliani (57), dari Desa Sentra Tahu, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, menjadi contoh nyata perempuan yang bangkit melalui peternakan. Foto: Dompet Dhuafa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah stigma bahwa sektor peternakan identik dengan kerja keras kaum pria, dua perempuan dari Lampung dan Sukabumi membuktikan sebaliknya. Dari balik kandang ternak, mereka tidak hanya mengelola hewan kurban, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi keluarga dan masa depan pendidikan anak-anaknya.

Melalui program pemberdayaan peternakan, Dompet Dhuafa menggulirkan sentra-sentra ternak di berbagai daerah. Di dalamnya, tak sedikit perempuan yang kini mengambil peran penting sebagai pengelola dan manajemen peternakan.

BacaJuga:

PHM Gelar SHU Ecovation Day, Bantu Anak di Delta Mahakam Jaga Kesehatan Mata

Transportasi NTT Diguncang Gempa, Menhub: Pelabuhan dan Bandara Terdampak

Pasca-Gempa M 7,7 NTT: Jalan Macet dan Listrik Padam, BNPB Kirim Helikopter

Di Desa Sentra Tahu, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Yuliani (57) menjadi contoh nyata perempuan yang bangkit melalui peternakan. Awalnya, ia hanya bermitra sebagai penyuplai pakan ternak. Namun ketekunan dan konsistensinya merawat hewan membuat Dompet Dhuafa memberikan kepercayaan lebih besar dengan menjadikannya mitra kurban.

Sebagai ibu dua anak, Yuliani berjuang seorang diri menghidupi keluarga sekaligus menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.

“Perempuan tidak cukup hanya bergantung. Kita tidak tahu sampai kapan bisa bergantung pada suami. Perempuan harus bisa berdaya, bisa mencari nafkah tanpa mengabaikan keluarga,” ujarnya.

Kepercayaan yang diberikan bukan hanya menguatkan usahanya, tetapi juga membangun rasa percaya diri bahwa perempuan mampu berdiri di sektor yang selama ini dianggap maskulin.

Kisah serupa datang dari Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Yuyum, warga asli Sukabumi, menjadi perempuan pertama dan satu-satunya yang tergabung dalam Koperasi Peternak Serba Usaha Riung Mukti, mitra pemberdayaan ternak program kurban Dompet Dhuafa sejak 2009.

Perjalanannya dimulai saat ia menjadi penerima manfaat program kurban. Kesempatan itu menjadi titik balik hidupnya. Pada 2012, Yuyum resmi bergabung sebagai peternak di koperasi.

“Alhamdulillah, dengan cara seperti ini, saya ngurusin anak kambing tapi anak saya bisa sekolah. Saya terharu, ikut aja karena saya gak punya modal untuk menyekolahkan anak. Alhamdulillah ini terbuka jalan,” kata Yuyum.

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Salah satu anaknya kini menjadi guru SMP setelah menempuh pendidikan D3 Pendidikan, sementara anak lainnya mengambil jurusan perbankan.

“Sampai sekarang alhamdulillah dia ngajar, bermanfaat di SMP,” pungkasnya.

Kisah Yuliani dan Yuyum menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan bukan hanya soal produksi hewan kurban, tetapi tentang membuka akses kemandirian bagi perempuan desa. Dari kandang ternak yang sederhana, lahir perubahan besar bagi ekonomi keluarga, pendidikan anak, dan martabat perempuan.

Program peternakan yang digulirkan Dompet Dhuafa membuktikan bahwa ketika perempuan diberi akses, kepercayaan, dan pendampingan, dampaknya menjalar luas ke keluarga dan komunitas. (adv)

Tags: Dompet DhuafapeternakanSrikandi Dompet Dhuafa

Berita Terkait.

SHU-Ecovation-Day
Nusantara

PHM Gelar SHU Ecovation Day, Bantu Anak di Delta Mahakam Jaga Kesehatan Mata

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:07
Petugas
Nusantara

Transportasi NTT Diguncang Gempa, Menhub: Pelabuhan dan Bandara Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:35
Warga
Nusantara

Pasca-Gempa M 7,7 NTT: Jalan Macet dan Listrik Padam, BNPB Kirim Helikopter

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:25
Petugas-BNPB
Nusantara

BNPB Ralat Data Korban Gempa NTT: Meninggal Dunia 1 Orang, 4 Luka-luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:04
Gempa
Nusantara

Gempa M 7 Guncang NTT, 2 Ribu Warga Nagekeo Mengungsi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02
Seismograf
Nusantara

Kondisi Muka Laut Aman, Peringatan Dini Tsunami Pasca-Gempa NTT Berakhir

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:01

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1168 shares
    Share 467 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3747 shares
    Share 1499 Tweet 937
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.