INDOPOSCO.ID – Transformasi sampah menjadi sumber energi kini bukan lagi wacana. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi menggandeng PT Green Marte International untuk mengembangkan pengolahan limbah menjadi energi alternatif yang berkelanjutan.
Kerja sama strategis yang berlangsung di Jakarta ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
Di balik kolaborasi ini, tersimpan potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal. Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki sumber biomassa yang melimpah, terutama dari limbah pertanian dan sampah domestik.
“Saat ini serapan biomassa oleh PLN baru sekitar 2,5 juta ton per tahun atau setara 2,5 persen dari potensi yang ada. Padahal, limbah agro di Indonesia diperkirakan mencapai 80 juta ton per tahun, dengan sekitar 60 juta ton di antaranya belum termanfaatkan secara optimal,” ujar Hokkop dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
“Jika digabungkan dengan sampah nasional, total potensi bahan baku energi alternatif bisa melampaui 100 juta ton per tahun. Ini potensi yang sangat besar, tapi belum dimanfaatkan,” sambungnya.
Menurutnya, besarnya potensi tersebut harus diimbangi dengan pendekatan yang tepat, terutama dari sisi keberlanjutan bisnis.
“Pengembangan energi biomassa harus terintegrasi antara teknologi dan model bisnis yang feasible, sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi sistem energi nasional,” jelasnya.
PLN EPI memandang bahwa pengolahan limbah menjadi biomassa dan biochar bukan hanya solusi energi, tetapi juga jawaban atas persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Pendekatan ini menghadirkan manfaat ganda: mengurangi volume sampah sekaligus menyediakan bahan bakar alternatif.
Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengembangkan teknologi konversi limbah kota dan limbah agro menjadi produk energi seperti biochar dan syngas. Fokus lainnya adalah membangun ekosistem pendukung, mulai dari biomass hub hingga penguatan riset dan kapasitas sumber daya manusia.
Direktur Utama Green Marte International, Teddy Sujarwanto, menilai pengolahan sampah sebagai energi memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.
“Pemanfaatan sampah sebagai energi menghadirkan peluang besar karena ketersediaannya yang berkelanjutan, sekaligus menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan,” tutur Teddy.
Salah satu agenda utama dari kolaborasi ini adalah pengembangan biochar sebagai substitusi batubara dalam program cofiring di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Melalui proses karbonisasi, biomassa diolah menjadi bahan bakar dengan nilai kalor tinggi dan karakteristik yang lebih stabil.
Meski demikian, kerja sama ini masih berada pada tahap awal. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) menjadi pijakan untuk menguji kecocokan teknologi serta model bisnis sebelum diterapkan dalam skala yang lebih luas.
Ke depan, PLN EPI membidik transformasi peran menjadi lebih dari sekadar penyedia energi. Perusahaan ingin tampil sebagai integrator rantai pasok energi primer yang lebih bersih, selaras dengan target menuju net zero emission.
Dengan langkah ini, sampah tak lagi sekadar masalah, melainkan peluang besar menuju masa depan energi yang lebih hijau. (her)










