• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Narasi “Sawit Merusak Lingkungan” Menguat, Pakar Ungkap Penyebab Sebenarnya

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 23 April 2026 - 04:04
in Ekonomi
sawit

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan sambutan dalam acara 1st IEF 2026 di Jakarta, Selasa (22/4/2026). Foto: Dok. Media Perkebunan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Isu “sawit merusak lingkungan” kembali mencuat dan menyebar cepat di ruang digital, terutama setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir 2025. Narasi ini berkembang luas, meski belum sepenuhnya ditopang data ilmiah yang komprehensif.

Padahal, di sisi lain, industri kelapa sawit tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Dengan luas mencapai 16,83 juta hektare dan kontribusi devisa sekitar Rp440 triliun pada 2024, sektor ini juga menopang kehidupan sekitar 16 juta tenaga kerja di Indonesia.

BacaJuga:

Borong 4 Penghargaan Top 20 Financial Institutions 2026, Bukti Kinerja Unggul dan Inklusi Keuangan BRI

Raih Top 50 Emiten BigCap IICD 2026, Komitmen GCG BRI Perkuat Kinerja Berkelanjutan

Kisah Sukses Antoni, Petani Jeruk Jember yang Tembus Pasar Nasional Berkat Pemberdayaan BRI

Momentum Hari Bumi Sedunia dimanfaatkan Media Perkebunan untuk menghadirkan 1st International Environment Forum (IEF) 2026. Forum ini mencoba mengajak publik melihat isu sawit dari sudut pandang yang lebih utuh dan tidak sekadar mengikuti arus opini.

Ketua panitia IEF 2026, Hendra J. Purba, menegaskan bahwa tema “Kelapa Sawit Merusak Lingkungan?” sengaja dipilih untuk menguji kebenaran narasi yang berkembang sekaligus memperkuat kampanye berbasis fakta.

“Forum ini mudah-mudahan menjadi forum ilmiah pertama yang dapat menjadi wadah bagi berbagai pihak terutama para generasi muda yang melek digital untuk menyebarkan kampanye positif bahwa pernyataan ‘sawit merusak lingkungan’ itu tidak benar,” ujar Hendra mengawali sambutannya, Selasa (22/4/2026).

Senada dengan itu, Bambang selaku Direktur Jenderal Perkebunan 2016-2019 sekaligus Pemimpin Umum Media Perkebunan menilai pentingnya edukasi publik terkait industri sawit.

“Kalau dikatakan kelapa sawit merusak lingkungan, itu tidak benar. Mahasiswa harus dapat mengedukasi seluruh lapisan masyarakat bahwa sawit sendiri memiliki produktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan komoditas minyak nabati lain, sehingga menanam sawit lebih sedikit menggunakan lahan dibandingkan menanam komoditas minyak nabati lain,” kata Bambang.

Ia juga menyinggung kebutuhan global yang terus meningkat, terutama menjelang implementasi B50 sebagai langkah mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kuntoro Boga Andri menegaskan peran strategis sawit dalam sektor pangan dan energi. Ia menyebut Indonesia menyumbang 62 persen pasokan sawit dunia, dengan produktivitas yang lebih tinggi dibanding minyak nabati lainnya.

Di tengah perdebatan ini, sudut pandang ilmiah menjadi penting. Prof. Sudarsono Soedomo dari IPB menilai penyebab banjir bandang tidak bisa disederhanakan hanya pada keberadaan sawit.

“Sebetulnya banyak orang yang tidak percaya dengan narasi sawit penyebab banjir. Tetapi ketika narasinya sudah tersebar luas, tidak ada yang berani menyanggah,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa faktor utama banjir adalah curah hujan ekstrem yang melampaui kapasitas sistem hidrologi.

“Banjir terjadi ketika run-off melebihi kapasitas sistem dan kalau masuk ke sungai secara berlebihan terjadilah banjir. Peran hutan memanglah intersepsi hujan, meningkatkan infiltrasi, dan meningkatkan air tanah untuk menunda aliran permukaan (lag ime) dan sangat efektif pada kondisi hujan normal. Namun, ketika hujannya sangat ekstrem seperti di Sumatera, hutan ada batas dan masalahnya juga,” jelasnya.

Data menunjukkan curah hujan saat itu mencapai 411 mm hanya dalam 1–2 hari, angka yang biasanya terjadi dalam hitungan bulan.

“Ahli hidrologi menyebut bahwa hujan seperti itu terjadi 400-500 tahun sekali. Jadi, dalam kondisi seperti itu, hutan pun tak akan tahan,” tegas Sudarsono.

Ia mengingatkan bahwa penyederhanaan masalah justru berisiko menyesatkan publik dan merugikan banyak pihak.

“Penyebaran informasi berbasis emosi hanya menghukum secara tidak proporsional, bisa salah sasaran, tidak menyelesaikan akar masalah, dan menurunkan kepercayaan publik. Banjir adalah fenomena sistemik, hutan penting tetapi tidak absolut. Kebijakan harus berbasis data dan hukum,” tambahnya.

Forum IEF 2026 diharapkan menjadi ruang dialog yang lebih rasional yang menggeser perdebatan dari opini menuju data, dari asumsi menuju fakta. (her)

Tags: Industri Kelapa SawitInternational Environment ForumPerekonomian Nasional

Berita Terkait.

Citilink dan Krispy Kreme Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Penumpang Lewat Program Surprise In
Ekonomi

Borong 4 Penghargaan Top 20 Financial Institutions 2026, Bukti Kinerja Unggul dan Inklusi Keuangan BRI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:29
Perkuat Layanan Wholesale Banking, BRI Luncurkan Qlola Mobile
Ekonomi

Raih Top 50 Emiten BigCap IICD 2026, Komitmen GCG BRI Perkuat Kinerja Berkelanjutan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:12
Perkuat Layanan Wholesale Banking, BRI Luncurkan Qlola Mobile
Ekonomi

Kisah Sukses Antoni, Petani Jeruk Jember yang Tembus Pasar Nasional Berkat Pemberdayaan BRI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:14
Perkuat Layanan Wholesale Banking, BRI Luncurkan Qlola Mobile
Ekonomi

BRI Salurkan Bonus Rp158 Miliar Bagi Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:59
Perkuat Layanan Wholesale Banking, BRI Luncurkan Qlola Mobile
Ekonomi

ETP Forum Dorong Penguatan Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Tantangan Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:42
Perkuat Layanan Wholesale Banking, BRI Luncurkan Qlola Mobile
Ekonomi

Citilink dan Krispy Kreme Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Penumpang Lewat Program Surprise In

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:17

OLAHRAGA

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting
Olahraga

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13

INDOPOSCO.ID – Persaingan Super League 2026/2027 semakin memanas. Memasuki pekan kedelapan, sejumlah duel menarik siap tersaji pada 30 Oktober hingga...

SelengkapnyaDetails
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5154 shares
    Share 2062 Tweet 1289
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1266 shares
    Share 506 Tweet 317
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    946 shares
    Share 378 Tweet 237
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.