INDOPOSCO.ID – Pembangunan berbasis desa di Provinsi Maluku Utara mulai menunjukkan hasil nyata. Bukan sekadar program, pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta terbukti menghadirkan dampak langsung bagi kesejahteraan warga, terutama di wilayah lingkar tambang Pulau Obi.
Model ini bahkan mendapat pengakuan pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menerima penghargaan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dalam ajang Launching CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Penghargaan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mendorong pembangunan desa melalui pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang terarah dan berdampak.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi kunci agar investasi yang berkembang menghadirkan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sarbin.
Apresiasi juga datang dari Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, yang menilai praktik di Maluku Utara selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dunia usaha memiliki desa binaan untuk memperluas manfaat pembangunan.
Penghargaan tersebut tak lepas dari peran program CSR yang dijalankan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Melalui pendekatan agribisnis desa, perusahaan mendorong penguatan sektor pertanian berbasis masyarakat.
Salah satu program unggulan adalah OBI SEHATI (Sentra Hortikultura dan Agribisnis Tanggap Iklim) yang fokus pada komoditas semangka dan melon. Sepanjang 2025, program ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas petani melalui skema Integrated Farming Support (IFS).
Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari Value Plot Demo (VPD) sebagai demplot percontohan, Farmers Meeting, Farmers Field Day (FFD) atau sekolah lapang, hingga Key Farmers Gathering (KFG) untuk memperkuat jejaring petani binaan.
Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menegaskan komitmen perusahaan untuk memperkuat kolaborasi multipihak.
“Penghargaan ini menegaskan kolaborasi multipihak adalah fondasi penting bagi keberlanjutan program pembangunan desa. Kami berkomitmen mendukung prioritas pembangunan di Maluku Utara, khususnya di wilayah lingkar operasi Pulau Obi,” ujarnya.
Menurut Sarbin, capaian ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan, bukan sekadar penerima dampak investasi.
Pendekatan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Maluku Utara, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya terpusat di area industri, tetapi menyebar hingga ke desa-desa.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha akan terus diperkuat agar pembangunan berbasis desa mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Sekadar informasi, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (kode saham NCKL) atau Harita Nickel merupakan bagian dari Harita Group yang mengoperasikan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. (srv)










