INDOPOSCO.ID – Indonesia mengambil peran strategis dalam tata kelola perdagangan dunia. Melalui Bea Cukai, Indonesia memimpin pertemuan ke-77 Harmonized System Committee (HSC), forum global di bawah World Customs Organization yang menetapkan standar klasifikasi barang (Harmonized System/HS) yang dipakai seluruh negara dalam perdagangan internasional.
Peran ini bukan sekadar simbolik. Keputusan dan pembahasan dalam forum HSC berdampak langsung pada cara negara menentukan tarif bea masuk, pengenaan pajak, hingga kebijakan ekspor-impor. Pada akhirnya, standar klasifikasi ini ikut memengaruhi harga dan ketersediaan barang di pasar domestik.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengatakan forum HSC menjadi rujukan utama otoritas kepabeanan dunia dalam menafsirkan dan memperbarui klasifikasi barang.
“Forum ini menjadi acuan instansi kepabeanan seluruh negara di dunia dalam menentukan tarif bea masuk, pajak, serta kebijakan ekspor dan impor,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Pertemuan ke-77 HSC berlangsung pada 9-20 Maret 2026 di kantor pusat WCO di Brussels, Belgia, dan diikuti pembacaan laporan pada 27 Maret 2026 secara daring. Sebanyak 65 negara anggota WCO dengan sekitar 100 delegasi hadir, baik langsung maupun virtual, bersama perwakilan berbagai organisasi internasional.
Dengan memimpin forum ini, Indonesia berada di posisi kunci dalam pembahasan interpretasi dan penyempurnaan kode HS berbagai komoditas mulai dari produk teknologi baru, barang ramah lingkungan, hingga komoditas strategis. Kejelasan klasifikasi ini penting untuk mencegah perbedaan tafsir antarnegara yang bisa memicu hambatan perdagangan.
Bagi Indonesia, kepemimpinan ini memberi keuntungan strategis. Selain memperkuat posisi tawar dalam perdagangan internasional, Indonesia juga dapat memastikan kepentingan nasional terakomodasi dalam pembahasan klasifikasi barang yang relevan dengan kebutuhan industri dalam negeri.
Dampaknya terasa hingga ke konsumen. Ketika klasifikasi barang jelas dan seragam secara global, proses kepabeanan menjadi lebih cepat, potensi sengketa tarif menurun, arus barang lebih lancar, dan pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas harga serta ketersediaan barang di pasar.
Peran aktif Indonesia di forum HSC menegaskan pengaruh terhadap harga barang tidak hanya ditentukan oleh pasar, tetapi juga oleh standar teknis global yang dibahas di meja perundingan internasional dan kali ini, Indonesia berada di kursi pimpinan. (ipo)











