INDOPOSCO.ID – Ratusan ribu buruh di seluruh Indonesia dipastikan bakal memadati jalanan pada 1 Mei 2026. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menyatakan, bahwa peringatan May Day tahun ini akan berpusat di depan Gedung DPR RI, Jakarta.
Menurut Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal, keputusan menggelar aksi di depan Gedung DPR diambil secara sadar dan terukur sebagai langkah politik. Ia menekankan bahwa May Day harus dimaknai sebagai momentum menagih komitmen negara terhadap pekerja, bukan sekadar peringatan tahunan tanpa makna perjuangan.
“Kami hanya akan melakukan aksi May Day di DPR RI, bukan di Monas. Karena bagi kami, May Day adalah perjuangan, bukan sekadar seremoni,” kata Said Iqbal dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
KSPI dan Partai Buruh menilai perayaan di Monas berbeda secara substansi. Jika di Monas bersifat seremoni, maka aksi di DPR RI membawa tuntutan konkret atas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang belum diselesaikan.
Said menjelaskan bahwa terdapat janji utama pemerintah pada May Day 2025 yang hingga hari ini belum dijalankan sama sekali, ditambah dua isu baru yang menjadi tuntutan buruh saat ini.
Enam janji yang belum dijalankan tersebut adalah, Sahkan RUU Ketenagakerjaan, HOSTUM: Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah, Setop Ancaman PHK Akibat Perang dan Impor Mobil, Reformasi Pajak: Hapus Pajak THR, Bonus Tahunan, JHT, dan Jaminan Pensiun, Sahkan RUU PPRT, dan Sahkan RUU Perampasan Aset. Sedangkan dua isu lain meliputi Ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 dan Turunkan Potongan Tarif Ojol Menjadi 10 persen.
KSPI dan Partai Buruh mengakui adanya undangan dari pemerintah untuk menghadiri perayaan May Day di Monas yang rencananya akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Namun, kehadiran tersebut bersifat kondisional.
“Kami akan mempertimbangkan hadir di Monas jika sebelum 1 Mei ada pertemuan langsung dengan Presiden untuk membahas enam janji yang belum dijalankan,” jelas Said. (dan)










